"Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga koordinasi dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," ujar Baron.

Menurut Baron, implementasi Program Mandatori B50 juga didukung serangkaian pengujian yang telah dilakukan Pertamina Group bersama Pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Pengujian tersebut mencakup kesiapan fasilitas, kualitas produk, serta kelancaran distribusi B50 di berbagai wilayah Indonesia.

Sesuai ketentuan Pemerintah, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026.

Selama periode tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap untuk memastikan proses peralihan dari B40 menuju B50 berjalan lancar sekaligus menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui berbagai program yang memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

>>> Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Lini Belakang Messi Cs Jadi Sorotan

Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berfokus pada penguatan tata kelola, peningkatan pelayanan publik, keberlanjutan usaha, serta perlindungan lingkungan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.