Pertamina Siap Jalankan B50, Impor Solar Diproyeksi Susut 18 Juta KL
PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan menjalankan program mandatori biodiesel B50 setelah kebijakan tersebut resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Melalui Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, serta rantai pasok biodiesel untuk mendukung pencampuran biodiesel 50 persen dalam solar.
>>> Polri Limpahkan Tiga Mega Kasus Korupsi ke Kejagung, Febrie Adriansyah Jadi Tersangka
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan penerapan B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
“Program Mandatori B50 akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor solar yang diproyeksikan mencapai sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026 atau setara sekitar 310 ribu barel per hari,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Simon, Pertamina berkomitmen mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik.
Program B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan mandatori biodiesel sebelumnya, mulai dari B20, B30, B35 hingga B40.
Dalam skema ini, solar akan memiliki kandungan biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50 persen.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pengalaman menjalankan program biodiesel sebelumnya menjadi modal perusahaan dalam menghadapi transisi menuju B50.
“Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan,” kata Baron.
>>> Indonesia Kekurangan Guru, Legislator PDIP: Solusinya Bukan Hanya Buka Banyak Pendaftaran
Ia memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan akan mengikuti spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Update Terbaru
AI Bantu Indosat Pangkas Emisi 50%, Pendapatan Cetak Rekor
Minggu / 12-07-2026, 17:11 WIB
Viking Row Meriahkan Perpisahan Suporter Norwegia Usai Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
Diskon Melimpah, Serbu TV dan Mesin Cuci di Transmart Full Day Sale
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
OJK Desak Pelaku DSI Dihukum Berat, Bisa Pakai UU ITE dan P2SK
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
Kuwait dan Oman Kompak Kutuk Keras Serangan Iran ke Negara Teluk
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
Prabowo: Pemimpin Hasut Bakar-Bakar Itu Pengkhianat, Akan Kena Karma
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
Senator AS Lindsey Graham, Sekutu Trump, Meninggal di Usia 71 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 17:07 WIB
Warga Albania Kembali Tolak Pembangunan Resor Terafiliasi Trump
Minggu / 12-07-2026, 17:06 WIB
Hasil Moto3 Jerman: Veda Ega di Atas Danish, Uriarte Menang Dramatis
Minggu / 12-07-2026, 17:06 WIB
Prabowo Sindir Sikap Politik Cak Imin: Dulu Berpisah, Sekarang Bersama
Minggu / 12-07-2026, 17:06 WIB
Prabowo Sindir Keras Koruptor di Peringatan Hari Koperasi
Minggu / 12-07-2026, 17:03 WIB
Kaiju Girl Caramelise Rilis Video Opening dan Ending Tanpa Kredit untuk Anime Summer 2026
Minggu / 12-07-2026, 17:03 WIB







