Namun, jika angka tersebut lebih rendah atau menghilang lebih cepat dari seharusnya, kondisi itu dapat menjadi tanda bahaya anak berisiko mengalami miopia progresif.

"Kalau kita menemukan perubahan hiperopia yang terlalu cepat mengecil, ini bisa menjadi risiko ke arah miopia yang progresif," katanya.

Anak Makin Sedikit Bermain di Luar

Julie menilai perubahan pola hidup anak turut mempercepat munculnya kondisi tersebut. Jadwal sekolah yang semakin panjang membuat anak kehilangan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.

>>> 7 Ciri Testosteron Tinggi pada Perempuan, Bisa Pengaruhi Penampilan

"Dulu mungkin anak pulang sekolah jam 12 atau jam 1 siang. Sekarang banyak yang baru pulang jam 4 sore, kemudian masih melanjutkan les.

Akibatnya waktu bermain di luar menjadi sangat berkurang," ujarnya.

Temuan ini sejalan dengan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021 yang memasukkan peningkatan aktivitas sedentari serta tingginya durasi menatap layar sebagai dampak perubahan gaya hidup anak yang perlu diwaspadai.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kesehatan mata sekaligus kesehatan secara keseluruhan.

Sementara itu, International Myopia Institute (IMI) dalam pembaruan panduan klinis pada 2023 menyebutkan bahwa memperbanyak waktu bermain di luar ruangan merupakan salah satu intervensi yang paling konsisten terbukti dapat menurunkan risiko munculnya miopia pada anak.

IMI merekomendasikan anak menghabiskan sedikitnya dua jam setiap hari di luar ruangan untuk membantu menekan risiko mata minus.

Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, mengatakan miopia kini tidak lagi dipandang sebagai gangguan refraksi yang cukup dikoreksi dengan lensa biasa, melainkan telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan sejak dini.

Ia menambahkan pihaknya telah mengembangkan teknologi lensa bernama HALT (Highly Aspherical Lenslet Target) yang tidak hanya membantu mengoreksi penglihatan, tetapi juga dirancang untuk memperlambat pertambahan panjang bola mata (axial length), salah satu faktor yang berperan dalam progresivitas miopia.

"Miopia kini bukan lagi sekadar kondisi refraksi biasa yang cukup dikoreksi dengan lensa standar, melainkan sebuah perhatian serius bagi kesehatan publik.

>>> Fans Desak Bandai Namco Hapus Batas Waktu Transformasi Super Saiyan di Dragon Ball Xenoverse 3

Sebagai praktisi kesehatan mata, kita semua menyadari pentingnya mengambil tindakan sejak dini, mengelola perkembangan miopia secara efektif, dan membantu keluarga memahami bahwa penanganan miopia merupakan perjalanan jangka panjang," ujar Dailami.