Sebuah kota era Bizantium yang telah lama hilang kini ditemukan kembali di Oasis Dakhla, Mesir.

Lokasi persisnya berada di situs arkeologi Ain Al-Sabil, New Valley Governorate, kawasan Gurun Barat Mesir.

>>> India Kutuk Serangan Kapal di Selat Hormuz, Satu Warga Hilang

Penggalian dilakukan oleh misi dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan perkotaan di Mesir pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi.

Para arkeolog menemukan jaringan jalan yang terorganisir, sebuah basilika Kristen, dua menara pengawas, struktur benteng, dan banyak rumah dari batu bata lumpur.

Kota ini dibangun di sekitar jalan-jalan lebar utara-selatan yang berpotongan dengan jalan timur-barat, menciptakan ruang publik terbuka.

Pusat kota berupa basilika Kristen abad ke-4 yang menghadap salah satu jalan utama. Selain itu, ditemukan infrastruktur domestik seperti oven roti, dapur, dan instalasi penggilingan biji-bijian.

Bangunan paling menonjol adalah rumah seorang pendeta bernama Tisos dan rumah Tabibos.

>>> Prabowo: 30 Tahun Terakhir Indonesia Dikuasai Paham Ekonomi Neoliberal

Temuan Penting: Ostraca dan Koin

Salah satu temuan terpenting adalah hampir 200 ostraca, yaitu pecahan tembikar yang digunakan sebagai media tulis.

Pada ostraca tersebut tertulis aksara Koptik dan Yunani, berisi transaksi bisnis, kontrak komersial, dan korespondensi pribadi. Teks-teks ini memberikan bukti langka tentang organisasi ekonomi dan sosial kota.

Arkeolog juga menemukan koleksi besar koin perunggu yang terawat baik dengan potret kaisar Bizantium, serta koin emas dari masa pemerintahan Constantius II.

Temuan ini memberikan petunjuk kronologi pendudukan situs.

>>> Prabowo Sindir Parpol: Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingan

Dewan Tertinggi Kepurbakalaan menyatakan penemuan ini mewakili salah satu pemukiman Bizantium paling signifikan yang ditemukan di Gurun Barat Mesir, sekaligus bukti kehidupan di Oasis Dakhla.