Stale Solbakken, pelatih timnas Norwegia, berhasil membawa negaranya melaju hingga perempat final Piala Dunia 2026. Langkah itu terhenti setelah dikalahkan Inggris 1-2.

Namun, kisah paling dramatis dalam hidup Solbakken terjadi jauh sebelum turnamen ini. Pada 13 Maret 2001, saat masih menjadi pemain FC Copenhagen, ia mengalami serangan jantung.

>>> Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji

Solbakken dinyatakan meninggal secara klinis selama tujuh menit. Dokter berhasil menghidupkannya kembali dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ia kemudian koma selama 26 jam. Keluarganya, termasuk sang ibu, sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Jika saya bisa selamat dari itu, saya bisa selamat dari apa pun," ujar Solbakken dikutip dari TycSport.

Setelah pulih, dokter menemukan kelainan jantung bawaan dan menyarankan ia pensiun. Dengan alat pacu jantung terpasang, Solbakken mengakhiri karier bermainnya pada usia 33 tahun dan beralih menjadi pelatih.

>>> Tips Menjaga Baterai Health HP Android dan iPhone agar Awet

Perjalanan Karier Kepelatihan

Karier kepelatihan Solbakken tidak selalu mulus.

Sejak menangani Norwegia pada 2020, ia sempat dikritik karena gagal membawa tim ke Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.

Ia nyaris kehilangan pekerjaannya. Namun kebangkitan akhirnya datang pada kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk kemenangan telak atas Italia.

Dengan mengandalkan bintang seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard, Solbakken membangun tim ofensif yang efektif. Strateginya membawa Norwegia mencatat sejarah baru di panggung dunia.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juli 2026: Stabil di Rp 2,65 Juta, Cek Daftar Lengkap dan Analisis Pasarnya!

"Para pemain ini tidak hanya mengubah sejarah sepak bola Norwegia, tetapi juga sejarah negara kami," katanya.