Harga ponsel pintar yang terus merangkak naik membuat banyak pengguna memilih mempertahankan perangkat lama. Konsekuensinya, menjaga kesehatan baterai menjadi kunci agar ponsel tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.

Kapasitas baterai ponsel akan mengalami penurunan seiring waktu akibat reaksi kimia pada sel baterai lithium-ion.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juli 2026: Stabil di Rp 2,65 Juta, Cek Daftar Lengkap dan Analisis Pasarnya!

Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meredam penurunan kapasitas baterai agar tidak terlalu signifikan.

Tips Merawat Baterai Ponsel

Google dan Apple memiliki panduan resmi soal cara merawat baterai perangkat mereka. Berikut rangkumannya.

Gunakan charger resmi. Google merekomendasikan pengguna Android memakai adaptor daya bawaan ponsel.

Charger lain berpotensi mengisi daya lambat, gagal mengisi, atau merusak ponsel dan baterai.

Apple juga menyarankan pengguna iPhone menghindari charger tak bersertifikasi karena berisiko memperpendek umur baterai.

Hindari suhu ekstrem. Panas berlebih adalah musuh utama baterai lithium.

Google mengingatkan agar ponsel tidak dibiarkan dalam kondisi yang memicu overheat, terutama saat baterai penuh.

Apple menyebut suhu ambien di atas 35 derajat Celsius dapat merusak kapasitas baterai secara permanen. Suhu ideal berada di rentang 16-22 derajat Celsius.

>>> Messi Ukir Assist, Argentina Ungguli Swiss 1-0 di Babak I

Menyimpan perangkat di lingkungan panas bahkan bisa merusak baterai secara permanen. Sebaliknya, suhu dingin ekstrem memengaruhi performa baterai sementara dan akan kembali normal setelah suhu stabil.

Jangan selalu isi daya sampai penuh. Google menyebut pengguna tidak perlu rutin mengisi daya dari nol hingga penuh.

Disarankan sesekali menguras baterai hingga di bawah 10 persen lalu mengisi penuh semalaman.