>>> Haaland Mandul, Gol Norwegia Dianulir, Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026

"Jangan lupa bahwa proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi oleh setiap emiten, baik OJK bisa dibayangkan, dengan Bursa Efek Indonesia.

Jawaban dari pertanyaan itu boleh dibilang ada ratusan halaman," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cyril juga memaparkan perkembangan bisnis RANS sejak masuknya investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021.

Saat itu, EMTK menggelontorkan investasi sebesar Rp248 miliar yang membuat valuasi perusahaan mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

Kini, menurut Cyril, valuasi perusahaan telah meningkat hingga sekitar Rp2 triliun.

Ia menilai pencatatan saham di BEI menjadi bukti bahwa seluruh proses bisnis perusahaan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Which is, itu yang terjadi.

Maka saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada.

Mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia," tutur Cyril.

Nagita juga mengungkapkan bahwa impian membawa RANS menjadi perusahaan terbuka sebenarnya telah dirancang sejak lima tahun lalu.

>>> Ongkos Memori iPhone 18 Pro Max Nyaris Setara Komponen 17 Pro Max

Sejak memperoleh investasi strategis dari anak usaha Grup Emtek pada 2021, manajemen mulai mempersiapkan transformasi perusahaan hingga akhirnya berhasil melantai di bursa pada 2026.