RI Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, Ini Dampaknya ke Ekonomi
"Dengan ukuran ekonomi yang besar, pasar domestik yang luas, posisi geografis yang strategis, sumber daya alam yang melimpah dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang membaik, Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas keuangan internasional di kawasan Asia dan dunia," jelas Purbaya dalam rapat kerja.
Purbaya membeberkan nantinya dalam RUU pembentukan PFII sebagai wilayah dalam negara kesatuan RI yang diberikan kekhususan tertentu untuk mendukung kegiatan usaha sektor keuangan, penunjang jasa keuangan, serta kegiatan ekonomi lainnya yang mendukung pengembangan ekosistem pusat keuangan internasional.
Selain itu, untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif, RUU PFII juga mengatur berbagai fasilitas dan kemudahan berusaha termasuk keimigrasian, ketenagakerjaan, residensi, perizinan, serta perpajakan yang dirancang secara terukur untuk menarik investasi jangka panjang dan mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi di Indonesia.
Dampak terhadap Ekonomi
Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kapabilitas Indonesia sebenarnya ada karena besarnya aset dan proyek sektor riil, seperti hilirisasi.
>>> Rusia Serang Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas
Namun, ia mengingatkan bahwa pusat keuangan tidak dibangun hanya dengan insentif pajak.
"Yang paling menentukan adalah kepastian hukum, penegakan kontrak, kualitas regulator, kebebasan arus modal, dan konsistensi kebijakan.
Selama faktor-faktor tersebut belum benar-benar terbukti, investor akan tetap melihat Indonesia sebagai pasar investasi, bukan sebagai pusat keuangan regional," ujar Yusuf kepada CNNIndonesia.
com, Jumat (10/7).
Yusuf juga menyoroti adanya celah risiko fiskal, yakni potensi round tripping atau dana domestik yang keluar lalu kembali sebagai investasi asing untuk memperoleh fasilitas pajak.
Update Terbaru
Celine Evangelista Buka Suara soal Isu Simpanan Pejabat dan Rumah Rp200 Miliar: Fakta dan Klarifikasi Lengkap
Minggu / 12-07-2026, 11:42 WIB
Drama Kansas City: Argentina Bungkam Swiss 3-1 via Extra Time, Messi Cs Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 11:30 WIB
Drama Body Shaming Amanda Zahra Berakhir: Dokter Kecantikan dr. Ayu Kusumaningrum Akhirnya Minta Maaf, Akui Khilaf!
Minggu / 12-07-2026, 11:27 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 12 - 19 Juli 2026
Minggu / 12-07-2026, 11:26 WIB
Bek Argentina Desak Fokus Penuh Jelang Perempat Final Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 11:15 WIB
Ruben Vargas Bawa Swiss ke Perempat Final Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 11:15 WIB
Afrika Selatan Kalahkan Skotlandia 42-28 dalam Laga Nations Championship
Minggu / 12-07-2026, 11:15 WIB
Secret Service Minta Trump Ganti Pesawat karena Ancaman Iran
Minggu / 12-07-2026, 11:15 WIB
Astros Hentikan Laju Rangers di Globe Life Field
Minggu / 12-07-2026, 11:14 WIB
Usai Jampidsus, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Polri Geledah Bunker Jokowi
Minggu / 12-07-2026, 11:14 WIB
Asing Kuras Dana Rp76 Triliun dari BEI, IHSG Justru Menguat
Minggu / 12-07-2026, 11:14 WIB
Habiburokhman Ungkap Dugaan Masih Ada 'Bunker' Baru dalam Kasus Febrie Adriansyah
Minggu / 12-07-2026, 11:11 WIB
Pertumbuhan E-Commerce Belum Merata, Jawa Masih Jadi Pusat Transaksi Digital
Minggu / 12-07-2026, 11:11 WIB







