Temannya, Paul Revell, menyebut atmosfer sepak bola di New York sangat elektrik.

Revell mengatakan penggemar bisa terlihat merayakan di berbagai lingkungan dan transportasi umum. Ia menambahkan bahwa di setiap blok di New York ada semangat dan orang-orang bersorak.

Ia juga mengingat penumpang kereta yang menonton pertandingan bersama di ponsel, menggambarkannya sebagai momen komunitas yang luar biasa.

Perkembangan Sepak Bola Amerika

Booming olahraga saat ini mencerminkan perkembangan sepak bola selama puluhan tahun di AS. Setelah Piala Dunia 1994, keuntungan membantu mendirikan Major League Soccer.

>>> Pasukan Nigeria Tewaskan Lebih 300 Bandit di Zamfara

Timnas wanita AS semakin mempopulerkan olahraga ini dengan memenangkan Piala Dunia Wanita 1999 dan 2012. Hak siar Premier League dan La Liga kemudian menumbuhkan jutaan penggemar setia.

Turnamen 2026 diuntungkan jadwal siaran utama yang menguntungkan, memungkinkan orang Amerika menonton tanpa mengganggu jam kerja.

Kualitas permainan yang tinggi juga mendorong keterlibatan, dengan rata-rata tiga gol per pertandingan.

Bintang global tampil gemilang: Kylian Mbappé dan Lionel Messi masing-masing mencetak delapan gol, Erling Haaland tujuh gol, dan Harry Kane enam gol.

Format turnamen yang diperluas dengan 16 tim tambahan menghasilkan kisah underdog.

Curaçao, pulau Karibia dengan 150.000 penduduk, merayakan gol pertama mereka di Piala Dunia saat kalah 7-1 dari Jerman.

Cape Verde, dengan setengah juta penduduk, melaju ke babak gugur setelah imbang melawan semua lawan grup. Turnamen ini memberikan validitas pada klaim bahwa sepak bola menyatukan dunia.

Bagi banyak warga, pertemuan internasional ini menjadi narasi tandingan terhadap retorika politik isolasionis. Lawton menyebut acara olahraga ini sebagai istirahat cemerlang dan kekuatan pemersatu.