Gus Ipul mengajak seluruh kepala sekolah, guru, wali asuh, dan tenaga kependidikan bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan agar tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraan sekolah rintisan tersebut.

Pengawasan ketat diperlukan agar tujuan utama pendirian Sekolah Rakyat dapat terwujud sepenuhnya. Target utamanya adalah mencetak generasi penerus yang tangguh dan memiliki keahlian.

"Sehingga tujuan daripada penyelenggaraan sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," tegas dia.

Kehadiran program ini memberikan keyakinan besar bagi para orang tua calon siswa.

Salah satunya dirasakan oleh Jannah, seorang ibu yang sempat kesulitan membiayai sekolah anaknya karena penghasilan suaminya sebagai pencari ikan tidak menentu.

"Dan saya berterima kasih sekali kepada pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," ucapnya.

Jannah merupakan satu dari ribuan orang tua yang kini merasakan manfaat langsung program tersebut. Jumlah siswa dipastikan terus bertambah seiring penyelesaian gedung permanen yang ditargetkan rampung bulan ini.

Saat ini terdapat lima titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah beroperasi di Nusa Tenggara Barat. Fasilitas tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa.

>>> Sinopsis The World Is Not Enough, Bioskop Trans TV 11 Juli 2026

Acara open house ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, para Kepala Sekolah Rakyat, pilar-pilar sosial, dan pejabat terkait lainnya.