Pemerintah juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan petani.

"Kami minta, jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta, dengan seluruh keluarganya diperkirakan mencapai 30 juta jiwa.

Bapak Presiden mengarahkan agar pemerintah berpihak kepada petani plasma sawit," tegas Mentan Amran.

Ia mengatakan sebagian besar perusahaan telah menyesuaikan harga TBS sehingga kondisi di tingkat petani terus membaik.

"Sekarang harga TBS sudah hampir normal, tinggal sedikit lagi mungkin 5 persen, tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali," ujarnya.

Upaya penguatan sektor pertanian juga dilakukan di bidang peternakan melalui stabilisasi harga ayam dan telur.

Pemerintah menggandeng para peternak serta berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar konsumsi telur dan daging ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditingkatkan sehingga mampu menyerap hasil produksi peternak rakyat.

Sementara di sektor hortikultura, pemerintah mempercepat penanaman bawang putih sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat produksi dalam negeri.

Menutup laporannya, Mentan Amran menegaskan Indonesia berada pada jalur yang semakin kuat menuju swasembada pangan.

Dari 11 komoditas pangan strategis, sebagian besar telah mencapai swasembada bahkan beberapa di antaranya telah mampu diekspor.

Pemerintah juga tidak lagi menerbitkan izin impor beras medium, sementara stok beras nasional yang mencapai 5,2 juta ton telah melampaui kapasitas penyimpanan Bulog.

>>> Polisi NYPD Selamatkan Wanita yang Duduk di Kabel Brooklyn Bridge

"Jadi kami ingin supaya tenang, pangan tersedia, dan satu lagi, beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut," pungkasnya.