Ekosistem baterai ini bukan hanya untuk kendaraan listrik, tetapi juga akan digunakan untuk panel surya atau sistem penyimpanan energi baterai (battery storage system)," lanjutnya.

Persiapan PLTN dan Reaktor Modular Kecil

Selain menggenjot panel surya, pemerintah juga mulai menyiapkan cetak biru transisi energi lewat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Saat ini, Indonesia tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR).

Dalam pengembangannya, pemerintah menggandeng kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal AS, Mitsubishi Jepang, serta mengkaji operasional PLTN di Kanada.

Airlangga menyebut teknologi reaktor modular kecil ini dipilih sebagai tahap awal uji coba keamanan demi meredam kekhawatiran negara tetangga, sembari menunggu lampu hijau dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

"Kita sedang menunggu persetujuan dari IAEA untuk reaktor modular kecil ini, karena reaktor modular kecil ini belum terbukti sepenuhnya dibandingkan dengan nuklir skala besar.

Namun, kita ingin memulai dari yang berskala lebih kecil terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa kita dapat beroperasinya dengan aman.

>>> Nationals Hadapi Yankees di Seri Kandang Penutup Paruh Pertama

Jika tidak, tetangga-tetangga kita akan khawatir tentang hal itu," pungkasnya.