Dirancang untuk mengangkut Marinir dari kapal ke pantai, kendaraan ini juga digunakan dalam operasi darat seperti invasi Irak 2003.

Pada Agustus 2005, 14 Marinir dan seorang penerjemah sipil tewas ketika sebuah AAV dihancurkan oleh bom pinggir jalan di Haditha, Irak.

Selama lebih dari 50 tahun bertugas, kendaraan ini juga dikerahkan di Lebanon, Grenada, Indonesia, serta Mississippi dan Louisiana setelah Badai Katrina.

Kekhawatiran tentang usia dan kondisi kendaraan muncul setelah delapan Marinir dan satu pelaut tewas pada Juli 2020 ketika sebuah AAV tenggelam di lepas Pantai San Clemente, California.

Insiden itu merupakan kecelakaan latihan paling mematikan yang melibatkan kendaraan amfibi dalam sejarah Marinir.

Investigasi menemukan bahwa sebagian besar kendaraan Marinir gagal dalam inspeksi setelah kecelakaan tersebut.

Tahun berikutnya, Marinir mengumumkan bahwa kendaraan tidak akan lagi menjadi bagian dari penempatan atau digunakan untuk pelatihan di air.

>>> Carnival Cruise Line Mulai Konstruksi Kapal Pesiar Baru Carnival Destiny

Pembatasan itu masih berlaku, kata Keenan.