Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan petani dan nelayan akan mendapatkan harga lebih murah untuk bahan bakar B50.

Subsidi tersebut berasal dari dana pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

>>> Bandara Terbesar di ASEAN Ramai Penipuan, Otoritas Tindak Tegas

Bahlil mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, dana BPDP mengalami surplus. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Pak Menko hari ini baik sekali. Jadi ternyata tiga bulan terakhir, dana BPDP itu surplus, tidak dipakai-pakai.

Jadi tadi saya bilang, Bapak Presiden kita ini sangat sayang petani sama nelayan, jangan kita membuat petani dan nelayan itu harganya mahal," ujar Bahlil di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7).

Dengan surplus tersebut, pemerintah memutuskan untuk mensubsidi harga B50 bagi petani dan nelayan tanpa menggunakan APBN.

"Jadi tanpa APBN Pak, tadi Pak Menko (Airlangga Hartarto) menyampaikan bahwa akan memakai dana sebagian BPDP untuk menurunkan harga B50 di tingkat petani dan nelayan," kata Bahlil.

Nelayan yang berhak mendapatkan harga lebih murah adalah mereka yang memiliki kapal di bawah 30 Gross Tonnage (GT).

>>> Polisi Tangkap Pasangan Pembuang Bayi 4 Hari di Toilet Kereta Sancaka

Kelompok ini merupakan nelayan skala menengah.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan B50

Bahlil menyebut program mandatory B50 memberikan dampak ekonomi nyata.

Penghematan devisa mencapai Rp170 triliun per tahun, dan nilai tambah industri CPO meningkat sekitar Rp23,49 triliun per tahun.

Selain itu, B50 dinilai akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 2,1 juta orang.

Dari sisi lingkungan, program ini menurunkan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2.

"Dan lebih dari itu dalam rangka menjaga bumi kita adalah meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2.

>>> Papua Football Academy Antar 4 Talenta Muda Raih Mimpi di Timnas U-17

Jadi dia menurunkan konsumsi peredaran CO2 kita," pungkas Bahlil.