Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota akhirnya buka suara menanggapi keluhan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) soal gaji yang tidak sesuai perjanjian.

Keluhan tersebut mencuat setelah 80 persen dari 85 gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro, Jawa Timur, tutup serentak pada Jumat (3/7).

>>> Beckham Putra Akui Tak Kesulitan Ikuti Latihan Intensif TC Timnas Indonesia di Bali

Joao memastikan kesejahteraan para pengelola Kopdes menjadi prioritas perusahaan yang tidak bisa dikompromikan.

"Kesejahteraan dan hak personel Kopdes Merah Putih di 1.061 gerai yang telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah kami.

Setiap tetes keringat dan dedikasi personel adalah roda penggerak KDKMP," kata Joao dalam akun Instagram pribadinya, Kamis (9/7).

Ia menambahkan, Agrinas saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang berjalan. Sebagian masalah telah diselesaikan, dan proses perbaikan terus berlanjut.

"Sepekan terakhir kami terus mengecek total sistem yang berjalan. Kami berkomitmen setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secepatnya setelah verifikasi," imbuhnya.

Agrinas terus mengupayakan sistem terbaik untuk mengelola Kopdes yang sudah beroperasi.

BUMN tersebut juga menyiapkan gerai yang selesai dibangun agar segera beroperasi dan melanjutkan pembangunan total 80 ribu unit Kopdes di seluruh Indonesia.

>>> PTFI Hibahkan 11 KM Pipa untuk Perluas Akses Air Bersih di Mimika

"Membangun sesuatu yang besar untuk menyentuh setiap pelosok negeri tentu bukanlah perjalanan yang instan.

Di balik berdirinya setiap gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), ada proses panjang, kerja keras, dan dedikasi yang luar biasa dari para personel kami di lapangan," ujar Joao.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, gerai-gerai Kopdes sempat ditutup imbas permasalahan gaji. Para pengelola koperasi kecewa dengan sistem pengelolaan dan pengupahan yang dijalankan Agrinas.

Pasalnya, gaji yang diterima tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Akibatnya, 80 persen dari 85 Kopdes yang sudah beroperasi ditutup serentak pada 3 Juli.

Kepala Desa Campurejo Edi Susanto menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, para pengelola Kopdes dijanjikan gaji sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan.

Namun, ada yang hanya mendapatkan gaji Rp76 ribu.

>>> Jampidsus Bisa Pertanggungjawabkan Uang dan Emas 74 Kg di Rumahnya

"Kemarin kami mendapat aduan dari pengelola KDKMP di desa kami bahwa mulai hari ini KDKMP Campurejo ditutup," ujar Edi, Jumat (3/7).