Selain itu, program B50 diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Untuk mendukung implementasinya, kebutuhan biodiesel diproyeksikan mencapai 16,7 hingga 18 juta kiloliter.

Kebutuhan CPO untuk memenuhi permintaan tersebut diperkirakan sekitar 15,2 hingga 16,3 juta ton.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai 39,66 juta ton.

Kesiapan Teknis dan Uji Coba

Bahlil memastikan kesiapan implementasi B50 dari sisi teknis telah dipenuhi.

Kementerian ESDM telah menguji penggunaan B50 pada kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.

>>> Kejutan Hollywood Juli 2026: Rumah Tangga Jack Antonoff dan Margaret Qualley Kandas Setelah 3 Tahun, Ini Kronologi dan Penyebabnya!

Hasil pengujian menunjukkan B50 memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah.

Bahan bakar ini juga dinyatakan telah memenuhi standar yang dipersyaratkan pabrikan kendaraan sehingga layak diterapkan pada berbagai sektor transportasi dan industri.

Kesiapan tersebut diperkuat lewat uji implementasi di sejumlah lokasi strategis nasional.

Uji coba dilakukan di Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, serta Instalasi Surabaya milik PT Pertamina Patra Niaga.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola di dalam negeri agar memberi nilai tambah bagi bangsa.

"Kekayaan alam Indonesia tidak boleh lagi mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri.

Kita harus berani mengolahnya, menguasai teknologinya, membangun industrinya, dan menjadikannya sumber kedaulatan energi," tegas dia.

Program biodiesel nasional sendiri telah dikembangkan bertahap selama hampir dua dekade sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi.