Bahlil menyebut nilai tambah industri CPO meningkat dari Rp20,9 triliun menjadi Rp23,49 triliun.

Ia juga mengatakan program tersebut diperkirakan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada implementasi B40 menjadi 2,1 juta orang.

Di sisi lain, B50 diklaim mampu meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca.

"Meningkatkan nilai tambah industri CPO dari 20,9 triliun menjadi 23,49 triliun.

Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta tenaga kerja dengan B50.

Dan lebih dari itu dalam rangka menjaga bumi kita, alhamdulillah meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2.

Jadi dia menurunkan peredaran CO2 kita," ujar Bahlil.

Pemerintah resmi meluncurkan B50 pada Kamis (9/7/2026) sebagai bahan bakar biodiesel dengan campuran 50% fatty acid methyl ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50% solar.

>>> iQOO Z11 Lite 5G Resmi Meluncur 24 Juli, Spesifikasi Bocor

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri.