Pangsa pasar mobil listrik mencapai 3,4 persen dari total penjualan mobil baru, pertama kalinya menembus 3 persen dalam satu kuartal.

Pada Juni saja, rasionya sudah di atas 4 persen.

Honda mencatat lonjakan paling dramatis dengan 4.497 unit terjual pada kuartal kedua, dibanding hanya tiga unit pada periode sama tahun sebelumnya.

Model ringkas Super-One menyumbang 60 persen dari volume itu.

Super-One yang diluncurkan Mei dengan harga 3,39 juta yen (sekitar Rp377,86 juta) bisa turun menjadi 2,09 juta yen (sekitar Rp232,96 juta) setelah subsidi.

Dengan subsidi Tokyo, harganya bisa serendah 790.000 yen (sekitar Rp88,06 juta).

Penjualan Tesla juga naik hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 7.000 unit pada kuartal kedua. Selain subsidi, Tesla menawarkan penggunaan Supercharger gratis selama tiga tahun.

Toyota mencatat penjualan mobil listrik melonjak 38 kali lipat menjadi 7.240 unit.

>>> Strategi Percepatan Pemulihan Sawah di Aceh Timur untuk 1.500 Petani

Toyota bZ4X, yang normalnya dijual 4,8 juta yen (sekitar Rp535,02 juta), di Tokyo bisa terpangkas lebih dari separuh menjadi 2,2 juta yen (sekitar Rp245,22 juta).