Olav Kooij memenangi etape 5 Tour de France pada Rabu, 8 Juli 2026, setelah melewati sprint massal yang kacau di Pau.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pembalap berusia 24 tahun itu di ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia.

>>> Waymo Antar Dua Remaja Mabuk Langsung ke Kantor Polisi

"Setelah beberapa hari yang berat, saya harus menunggu kesempatan pertama untuk sprint di Tour. Menang sudah luar biasa," ujar Kooij, yang membela tim Decathlon CMA CGM.

Ia finis di depan Max Kanter (XDS Astana) dan Tim Merlier (Soudal Quick-Step) pada rute datar sepanjang 158,3 kilometer dari Lannemezan.

Kooij sebelumnya absen sepanjang musim semi karena virus dan baru kembali balapan pada akhir Mei.

"Ini sangat berarti setelah musim semi yang sulit untuk kembali ke level ini," tambahnya.

Sebuah kecelakaan terjadi 5,4 kilometer sebelum finis, memecah peleton dan memaksa banyak pembalap berebut posisi.

"Saya berhasil menemukan jalan. Pada akhirnya saya sendirian dan menemukan roda yang tepat," jelas Kooij.

Kemenangan ini juga menjawab kritik internal tim yang mempertanyakan pemilihannya di atas talenta muda Prancis Paul Seixas.

"Saya hanya ingin kesempatan sprint hari ini. Saat melihat garis finis, saya langsung mengerahkan tenaga maksimal," katanya.

Cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 38 derajat Celcius mewarnai etape ini, sehingga panitia menyediakan pendingin darurat.

Kooij mengaku berterima kasih pada dukungan tim dan ketahanan pribadi yang membuatnya tetap percaya diri selama pemulihan.

>>> Blizzard Akui Penghapusan Add-on Raid di WoW Kontroversial, tapi UI Baru Dianggap Sukses

Peleton melaju dengan kecepatan santai sepanjang etape, memberi kesempatan pada sprinter untuk bertarung di finis setelah pembalap solo Baptiste Veistroffer tertangkap 13 kilometer sebelum garis finis.