Tim Darurat Stabilkan Gedung Pencakar Langit di Manhattan yang Melengkung
Tim darurat berhasil menstabilkan sebuah gedung pencakar langit setinggi 37 lantai yang sedang dalam tahap konstruksi di Midtown Manhattan pada 7 Juli.
Dua kolom penyangga gedung tersebut melengkung, sehingga memicu penutupan jalan sementara dan evakuasi lokal karena kekhawatiran akan ambruk sebagian.
>>> Survei Juli 2026: Tingkat Persetujuan Trump Anjlok di Berbagai Lembaga
Petugas Pemadam Kebakaran New York (FDNY) merespons laporan batu bata jatuh di lokasi di East 42nd Street pada Selasa pagi.
Mereka menemukan lantai yang melengkung di antara lantai 21 hingga 26.
Otoritas menetapkan "zona beku" sepanjang beberapa blok yang sempat memaksa tetangga, termasuk konsulat Israel dan sekolah dengan 400 anak, untuk mengungsi.
Komisaris Departemen Bangunan Ahmed Tigani mengatakan bahwa kru memasang dongkrak berat dan tulangan baja baru untuk mengamankan titik lemah struktural.
Pemantauan berkelanjutan selama berjam-jam menunjukkan tidak ada pergerakan sama sekali.
"Saya dapat mengatakan sekarang bahwa bangunan ini stabil. Tidak bergerak sejak kami mulai memantaunya hari ini," ujar Tigani.
Ia menambahkan bahwa perimeter keamanan telah dikurangi secara signifikan, sehingga penghuni semua kecuali lima gedung dapat kembali.
>>> LeBron James Tunda Keputusan Bebas Transfer, Tim Tunggu Hingga Juli
Namun, akses kendaraan di 42nd dan 43rd Street masih dibatasi.
Penyelidikan resmi mengenai penyebab kegagalan struktural masih ditunda hingga upaya stabilisasi selesai sepenuhnya.
Pendiri perusahaan pengembang MetroLoft, Nathan Berman, menduga bahwa tekanan struktural dari pekerjaan ekspansi vertikal baru-baru ini memicu keadaan darurat.
"Mengapa dua kolom itu dan bukan yang lain? Kami tidak tahu.
Kami sedang menyelidikinya," kata Berman.
Menara ini mulai dibangun pada tahun 1959 dan sebelumnya menjadi markas raksasa farmasi Pfizer.
>>> FBI Selidiki Asosiasi Sepak Bola Argentina atas Dugaan Pencucian Uang
Saat ini gedung tersebut sedang dikonversi menjadi apartemen residensial dengan 1.600 unit yang dijadwalkan selesai pada tahun 2027.
Update Terbaru
Mantan Atlet Olimpiade David Hearn Didakwa Rusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Kamis / 09-07-2026, 00:48 WIB
Gubernur Kentucky Minta Update Publik soal Kesehatan Senator McConnell
Kamis / 09-07-2026, 00:48 WIB
Manchester United Sepakat Datangkan Andrey Santos dari Chelsea £50 Juta
Kamis / 09-07-2026, 00:44 WIB
Influencer Fitness AS Connor Murphy Tenggelam di Danau Thailand
Kamis / 09-07-2026, 00:44 WIB
Olav Kooij Raih Kemenangan Perdana di Tour de France pada Etape 5
Kamis / 09-07-2026, 00:43 WIB
Waymo Antar Dua Remaja Mabuk Langsung ke Kantor Polisi
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Blizzard Akui Penghapusan Add-on Raid di WoW Kontroversial, tapi UI Baru Dianggap Sukses
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Bos Grove Street Games Bela GTA Trilogy Remasters: Banyak yang Nikmati
Kamis / 09-07-2026, 00:22 WIB
Video 'Mongolia Arc' Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Ungkap Tiga Pengisi Suara Baru
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Pengadilan Banding AS Blokir Pemulihan Nama Trump di Kennedy Center
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Margaret Qualley dan Jack Antonoff Dikabarkan Berpisah Setelah Tiga Tahun Menikah
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Studio Pierrot Rilis Animasi Baru Naruto Shippuden untuk Kolaborasi dengan PUBG MOBILE
Kamis / 09-07-2026, 00:21 WIB
Ibrahimovic Puji Messi: Dia Berubah Jadi Binatang Tak Terbendung di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB
Prabowo Terima Kunjungan Eks PM Thailand Thaksin dan Putrinya
Kamis / 09-07-2026, 00:18 WIB







