"Implementasi I-EAEU FTA harus menjadi peluang nyata bagi pelaku industri nasional untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan ekspor, sekaligus membangun kemitraan industri yang saling menguntungkan," ujarnya.

Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 juga menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan implementasi I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.

Dengan preferensi tarif yang mencakup sekitar 90,5 persen pos tarif perdagangan kedua pihak, pemerintah optimistis kesepakatan tersebut akan mempercepat masuknya produk manufaktur Indonesia ke pasar Eurasia.

>>> TCL Luncurkan Monitor Gaming 27C2A dengan Layar QD-Mini LED dan Mode Dual 4K 160Hz/1080p 320Hz

Melalui keikutsertaan sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026, pemerintah berharap semakin banyak produk manufaktur Indonesia mampu menembus pasar Eurasia, membangun kemitraan bisnis jangka panjang, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri yang kompetitif di tingkat global.