Dari Mesin Batik hingga Drone, Indonesia Pamer Kekuatan Manufaktur di Rusia
Prospek Furnitur dan Kerajinan
Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar di kawasan tersebut adalah furnitur dan kerajinan.
Nilai pasar furnitur rumah tangga Rusia pada 2024 mencapai sekitar USD12,8 miliar dan diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun hingga 2032.
Pertumbuhan itu didorong meningkatnya permintaan terhadap produk premium, desain personal, serta material ramah lingkungan, karakteristik yang menjadi keunggulan produk furnitur dan kerajinan Indonesia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal IKMA, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD806,63 juta atau meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
>>> Zlatan Ibrahimovic Terharu Lihat Messi Menangis, Sebut Sang Bintang Seperti Binatang
Pada triwulan I 2026, ekspor kerajinan mencapai USD165,27 juta atau tumbuh 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sektor furnitur, data Trademap (HS 9401–9403) mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD1,84 miliar.
Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan pangsa 53,3 persen dari total ekspor nasional.
Pada triwulan I 2026, nilai ekspor furnitur tercatat sebesar USD458,56 juta atau turun 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar dengan pangsa mencapai 54,97 persen.
Untuk memanfaatkan peluang di pasar Eurasia, Indonesia menghadirkan enam perusahaan yang mewakili berbagai subsektor manufaktur bernilai tambah.
Mereka adalah CV Batik Teknologi Indonesia (batik dan mesin batik), PT Techno GIS Indonesia (survei geospasial), PT Karya Solusi Angkasa (drone), PT Nestra Kottama Indonesia (kopi specialty), PT Khadija Kriya Abadi (dekorasi rumah), serta Apikmen Tandangawe Sempurno (fesyen dan tekstil).
Menurut Reni, keikutsertaan enam pelaku industri tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia di kawasan nontradisional.
Update Terbaru
Akselerasi Pelayanan Pasien JKN dengan Sistem Biometrik di 2026
Kamis / 09-07-2026, 01:23 WIB
Trump Buka Puluhan SPBU dengan Harga BBM Murah, Pengamat Peringatkan Bencana
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
Item Paling Langka di Clair Obscur: Expedition 33, Termasuk Senjata Baguette yang Hanya 6% Pemain Temukan
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
Persona 4 Revival Ubah Adegan Kontroversial Yosuke agar Lebih Sesuai Zaman
Kamis / 09-07-2026, 01:21 WIB
The Ghost in the Shell oleh Science SARU Rilis Trailer Bersuara dan Visual Baru
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Hyundai Ioniq V Hadir dengan Pilihan Warna Berani, Termasuk Ungu dan Emas
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Perempat Final Piala Dunia 2026: Empat Juara Dunia Hadapi Kuda Hitam
Kamis / 09-07-2026, 01:18 WIB
Keributan di Denpasar Usai Argentina Menang, Dipicu Selebrasi Geber Motor
Kamis / 09-07-2026, 01:15 WIB
Kejati DKI Tetapkan Bos Swasta Tersangka Baru Korupsi Belanja Rutin Kementerian PU
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Viking Persib Sambut Baik PSSI Cabut Larangan Suporter Tandang
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Apakah Sunscreen Bisa Kedaluwarsa? Ini Faktanya!
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
5 Manfaat Merendam Wajah dengan Air Es di Pagi Hari Menurut Ahli
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Menkeu Respons Usulan Said Iqbal Hapus Pajak JHT: Dampak ke Pendapatan Negara Dikaji
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB
Jokowi Hanya Hadir di Sidang Saat Jadi Saksi Korban Kasus Dokter Tifa
Kamis / 09-07-2026, 01:14 WIB







