Bangkai kapal tidak hilang begitu saja.

Laut Utara menyimpan lebih dari 1.000 bangkai perang dari dua perang dunia, menurut proyek Interreg North Sea Wrecks.

Banyak bangkai masih mengandung bahan bakar, amunisi, dan material berbahaya yang belum diketahui jumlahnya.

Penelitian terbaru menggunakan kerang dan ikan untuk mendeteksi bahan peledak dari bangkai kapal.

Studi tahun 2025 di Frontiers in Marine Science menemukan kebocoran senyawa peledak yang diserap oleh kerang dan ikan.

Kerang menunjukkan tanda-tanda stres seluler dan kerusakan membran. Para peneliti memperingatkan korosi dapat memperburuk masalah seiring waktu.

Meski studi itu tidak langsung menguji bangkai Jutland, hasilnya menjadi peringatan tentang dampak lingkungan dari bangkai kapal perang tua.

Pelajaran modern: keputusan militer meninggalkan jejak lingkungan yang panjang. Teknologi perang tidak lenyap saat usang, melainkan berkarat selama puluhan tahun.

Selain itu, bangkai kapal memengaruhi ekonomi biru seperti ladang angin lepas pantai, kabel bawah laut, perikanan, dan pariwisata.

>>> PM Modi Serukan 'Om Namah Shivaya' di Candi Prambanan, Perkuat Ikatan Peradaban

Interreg memperingatkan dampak pada operasi maritim.