Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang mengonsumsi magnesium bisglycinate dan kelompok plasebo.

Kelompok magnesium mendapat suplemen yang mengandung 250 miligram magnesium setiap hari, diminum 30-60 menit sebelum tidur selama empat minggu.

Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi magnesium mengalami penurunan skor Insomnia Severity Index lebih besar dibanding kelompok plasebo. Meski demikian, peneliti menyebut efek yang ditemukan tergolong kecil.

Manfaat juga terlihat lebih besar pada peserta yang sejak awal memiliki asupan magnesium lebih rendah. Temuan tersebut menunjukkan magnesium berpotensi membantu sebagian orang dengan kualitas tidur buruk.

Namun, penelitian ini masih mengukur kualitas tidur berdasarkan laporan peserta, bukan melalui pemeriksaan tidur secara langsung.

Apakah Magnesium Solusi Tepat untuk Insomnia?

Jadi, apakah magnesium baik untuk tidur? Jawabannya, bisa membantu, tetapi bukan untuk semua orang.

Magnesium lebih tepat dipahami sebagai mineral yang mendukung proses tidur, bukan obat insomnia yang pasti membuat seseorang langsung terlelap.

Manfaatnya mungkin lebih terasa pada orang yang memiliki asupan magnesium rendah atau kualitas tidur buruk.

Sebaliknya, jika gangguan tidur disebabkan kondisi lain seperti sleep apnea, stres kronis, kecemasan berat, depresi, konsumsi kafein berlebihan, atau pola tidur yang berantakan maka asupan magnesium saja kemungkinan tidak cukup.

Magnesium mungkin membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat.

>>> Ketum Tim Pembina Posyandu Dorong Transformasi Melalui 6 Bidang SPM

Akan tetapi mineral ini bukan jalan pintas untuk tidur nyenyak, terutama jika penyebab utama gangguan tidur belum ditangani.