PT Indointernet Tbk (Indonet) resmi mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri dan pusat data di Bekasi hingga Karawang.

Jalur baru sepanjang lebih dari 80 kilometer ini menjadi bagian dari koridor East Route dengan kapasitas 2 × 576 core fiber.

>>> HUT ke-500 Jakarta, Pramono Anung Gratiskan Transportasi dan Wisata 5 Hari

Dengan tambahan jalur tersebut, total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai sekitar 850 kilometer, meningkat 141% dibandingkan sebelum 2024.

Dukung Konektivitas Data Center dan AI

Presiden Direktur Indonet Donauly Situmorang mengatakan investasi pada data center, cloud, dan AI hanya akan memberikan nilai maksimal jika ditopang jaringan konektivitas yang andal.

"Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital.

Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya," ujar Donauly dalam media gathering, Rabu (8/7/2026).

Selain menambah jalur fiber optik, Indonet juga meningkatkan kapasitas backbone network menjadi 100 Gbps untuk mendukung kebutuhan konektivitas kawasan industri, termasuk ekspansi jaringan ke Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM).

Perusahaan mengklaim menjadi salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah dari Jakarta menuju kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang.

Direktur Operasional Indonet Agus Ariyanto menjelaskan pembangunan jaringan bawah tanah dipilih karena menawarkan tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan udara.

>>> PSI Hanya Raih 2 Kursi DPRD Jateng, PDIP Kuasai 33 Kursi

Seluruh kabel ditanam pada kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga lebih terlindungi dari gangguan cuaca ekstrem maupun aktivitas konstruksi.