Angkatan Laut AS telah mengidentifikasi Komandan Gabriel Edwards, komandan Helicopter Sea Combat Squadron 5, sebagai pelaut yang hilang setelah helikopter MH-60S Seahawk jatuh di Laut Arab pekan lalu.

Helikopter tersebut lepas landas dari kapal induk USS George H.W. Bush dan membawa empat awak.

>>> Roy Suryo Rayakan Kemenangan Praperadilan, Jokowi Kantongi Detail Krusial

Tiga awak lainnya selamat dan telah dievakuasi.

“Pikiran dan doa setiap anggota tim Carrier Strike Group 10 bersama keluarga Edwards,” kata Laksamana Muda Todd Cimicata, komandan Carrier Strike Group 10, dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun kami jauh dari rumah, dukungan tulus kami tetap di sisi Anda. Warisan Gabe sebagai suami, ayah, teman, dan pemimpin pemberani tidak akan pernah dilupakan.”

Menurut Armada ke-5 Angkatan Laut, tidak ada indikasi bahwa kecelakaan pada 1 Juli itu disebabkan oleh aksi musuh.

Insiden tersebut disebut sebagai “pendaratan darurat”.

Armada ke-5 mengawasi sekitar 2,5 juta mil persegi perairan, termasuk Laut Arab, Teluk Persia, dan sebagian Samudra Hindia.

Pencarian Edwards berlangsung lebih dari 102 jam dan mencakup area seluas 14.000 mil persegi.

>>> Roy Suryo Menang Praperadilan, Kubu Jokowi Ancam Minta Penahanan Kembali

Upaya tersebut melibatkan lima kapal perusak, pesawat sayap tetap dari Bush dan kapal induk kedua USS Abraham Lincoln, dua skuadron P-8 Poseidon, serta beberapa pesawat Angkatan Udara.

Penyelidikan atas kecelakaan itu masih berlangsung.

Edwards mengambil alih komando skuadron yang dijuluki “Nightdippers” pada Juli 2025 dan terpilih untuk promosi menjadi kapten oleh dewan promosi perwira jalur O6 tahun fiskal 2027.

Ia mencatat lebih dari 2.000 jam terbang di MH-60S dan helikopter lainnya.

Penghargaan militernya termasuk Defense Meritorious Service Medal, tiga Navy and Marine Corps Commendation Medals, dan dua Navy and Marine Corps Achievement Medals.

Edwards meninggalkan istri Rebecca dan dua anak.

“Kami sangat berterima kasih kepada setiap pelaut, penerbang, dan awak yang mencurahkan waktu, keterampilan luar biasa, dan tekad yang tak tergoyahkan dalam upaya membawa Gabe pulang,” kata Rebecca Edwards dalam sebuah pernyataan.

>>> Trump Kembali Ingin Caplok Greenland, Sekutu Eropa Meradang

“Gabe telah mengabdikan hidupnya untuk melayani negaranya dengan kehormatan, keberanian, dan komitmen. Ia memimpin dengan kerendahan hati, integritas, dan kasih sayang, selalu mengutamakan orang-orangnya di atas dirinya sendiri.”