Mikroba yang selamat mungkin terpaksa masuk lebih dalam ke kerak, di mana mereka mungkin terputus dari gas atmosfer yang mereka butuhkan.

Dalam skenario ini, kehidupan tidak akan menghancurkan Mars dalam sekejap dramatis.

Sebaliknya, kehidupan mungkin secara bertahap membuat permukaan kurang layak huni dengan mengubah atmosfer yang membantu menjaga planet tetap hangat.

>>> Argentina Tembus Perempat Final Usai Hajar Mesir 3-2, Messi Cetak Gol

Penting untuk dicatat bahwa penelitian ini adalah model, bukan penemuan fosil, sel, atau biomarker yang dikonfirmasi.

Beberapa ahli telah menggambarkan karya ini sebagai menarik dan berguna secara ilmiah, sambil juga menekankan bahwa itu masih spekulatif.

Sejauh ini, tidak ada bukti pasti bahwa mikroba metanogen pernah hidup di Mars, baik di masa lalu maupun saat ini.

Jika biosfer seperti itu pernah ada, model tersebut menunjuk ke daerah dataran rendah di lintang rendah hingga menengah sebagai tempat yang menjanjikan untuk mencari jejak.

Beberapa daerah mungkin memungkinkan mikroba hipotetis tetap lebih dekat ke permukaan lebih lama sebelum iklim menjadi terlalu dingin.

Para peneliti telah menyebutkan tempat-tempat seperti Hellas Planitia, Isidis Planitia, dan Kawah Jezero sebagai daerah yang berpotensi menarik.

Kawah Jezero sangat penting karena penjelajah Perseverance NASA sudah menjelajahi endapan danau serta delta sungai kunonya.

Studi ini juga mengajukan pertanyaan yang lebih besar: apakah kehidupan selalu membuat planet lebih layak huni?

Di Bumi, kehidupan mengubah atmosfer dengan cara yang pada akhirnya memungkinkan organisme kompleks. Namun model Mars menunjukkan bahwa biologi dapat memiliki konsekuensi yang sangat berbeda tergantung pada planetnya.

Jika Mars pernah memiliki kehidupan, permukaan mungkin bukan lagi tempat terbaik untuk mencarinya. Radiasi, oksidasi, debu, dan miliaran tahun kondisi keras dapat menghapus bukti halus.

Batuan yang lebih dalam, sedimen kuno, dan lingkungan bawah permukaan yang terlindungi mungkin menawarkan peluang lebih baik untuk mengawetkan petunjuk.

Kesimpulannya: mikroba kuno belum terbukti ada di Mars.

Tetapi jika mereka ada, satu model menunjukkan bahwa mereka mungkin telah membantu mendinginkan planet dan mendorong kelayakhunian ke bawah tanah.

>>> Kekalahan dari Belgia, Suporter AS Akui Timnya Mempermalukan Diri

Ini adalah pengingat yang mencolok bahwa kehidupan tidak hanya beradaptasi dengan planet—ia juga dapat mengubahnya.