Samsung Electronics baru saja menyetujui bonus sekitar US$26,6 miliar untuk karyawan divisi DS (Device Solutions) yang menangani bisnis chip.

Rata-rata bonus per karyawan mencapai US$339.000 atau sekitar Rp5,4 miliar.

>>> 3 Inovasi Samsung yang Mengubah Ponsel Lipat Selamanya

Bonus tersebut diberikan secara merata kepada seluruh karyawan divisi DS, termasuk mereka yang gaji tahunannya kurang dari seperempat jumlah bonus tersebut.

Namun, kebijakan ini memicu kecemburuan di divisi lain.

Karyawan divisi DX (Device eXperience) yang bertanggung jawab atas smartphone, TV, dan peralatan rumah tangga mengungkapkan ketidakpuasan mereka.

Mereka merasa tidak adil karena tidak mendapatkan bonus serupa, meskipun kedua divisi berada di bawah satu perusahaan yang sama.

Protes di Papan Internal

Di papan pesan internal Samsung, seorang karyawan DX menulis, "Semoga divisi DX Samsung Electronics beristirahat dengan damai," disertai gambar karangan bunga dengan pita hitam.

Unggahan ini mencerminkan kekecewaan mendalam.

Beberapa karyawan juga menyoroti CEO dan kepala divisi DX, TM Roh.

Mereka mengatakan bahwa meskipun ia mungkin menerima banyak bonus tahun ini, keuntungan operasional rekor Samsung tidak akan mengalir ke divisi DX.

Ketimpangan Kinerja dan Dampaknya

Dalam beberapa kuartal terakhir, divisi DS mencatat pendapatan dan laba yang luar biasa berkat lonjakan harga chip memori akibat permintaan AI.

Sementara itu, divisi DX kurang menguntungkan.

Karyawan DX juga menyadari bahwa sebagian kinerja gemilang DS justru merugikan mereka.

>>> Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari: Perubahan Tak Terduga pada Tubuh Anda

DX tidak mendapatkan harga preferensial untuk chip memori atau chipset, sehingga harus menanggung harga tinggi yang mengurangi margin keuntungan.

Beberapa pihak bahkan menyarankan agar DX tidak terikat kewajiban sourcing internal dan bebas memilih pemasok berdasarkan harga.