Indikasi ini sudah terlihat: Galaxy S26 disebut menggunakan Micron sebagai pemasok chip memori utama, dan Qualcomm masih menjadi pemasok chipset.

Bahkan ada rumor bahwa Galaxy S27 dasar bisa menggunakan panel OLED buatan China untuk menekan biaya.

Argumen tersebut memiliki logika, namun bertentangan dengan model bisnis Samsung yang mengandalkan integrasi vertikal.

Selama bertahun-tahun, model ini berhasil, terutama saat divisi DS kesulitan akibat kelebihan pasokan memori dan kurangnya minat pada foundry.

Saat itu, divisi DX relatif stabil dan lebih menguntungkan. Karyawan DX tentu berharap ketika siklus berbalik dan semikonduktor berkinerja luar biasa, mereka tidak akan ditinggalkan.

Namun, kondisi pasar saat ini memberi DS peluang generasi. Kesenjangan permintaan-pasokan ekstrem dan harga melonjak tanpa tanda-tanda berhenti.

Samsung pun memilih mengambil keuntungan maksimal dari DS, meskipun merugikan divisi DX.

Situasi ini menjadi ujian besar bagi manajemen Samsung untuk menjaga moral di seluruh organisasi.

DX memproduksi produk yang digunakan miliaran orang setiap hari—dari Galaxy hingga TV dan peralatan rumah tangga.

>>> Obat 'Kuda Troya' Bisa Ubah Masa Depan Pengobatan Kanker

Unggahan karangan bunga di papan internal menunjukkan betapa kontribusi DX saat ini dirasa kurang dihargai.