Kinerja pasar juga dipengaruhi oleh pencatatan saham kompetitor yang akan datang.

Laba bersih Samsung juga menghadapi pengurangan beberapa triliun won untuk provisi bonus karyawan setelah kesepakatan serikat pekerja baru-baru ini yang mengalokasikan 10,5% laba operasional semikonduktor untuk staf.

Tom Kang, direktur riset di Counterpoint Technology Market Research, mengatakan banyak berita negatif telah terakumulasi.

"Semua orang ingin mendapat bagian dari laba itu. Serikat pekerja menginginkannya, dan pemerintah Korea juga menginginkannya," ujar Kang.

Investasi infrastruktur di lokasi domestik yang tidak biasa juga mengkhawatirkan investor.

Bisnis ponsel Samsung menghadapi margin yang tertekan akibat kenaikan biaya komponen, sementara pesaing regional di Jepang, China, dan Taiwan meningkatkan investasi pabrik untuk merebut pangsa pasar.

Bryan Ma, peneliti perangkat teknologi dari IDC, mengatakan pasokan diperkirakan tetap ketat hingga tahun depan karena permintaan pusat data AI yang tak kunjung reda.

>>> PM Modi Ucapkan Terima Kasih atas Sambutan Hangat di Jakarta

Samsung Electronics dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua yang diaudit secara rinci akhir bulan ini.