Anggota DPRD DKI Jakarta merespons usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait penyesuaian tarif Transjakarta hingga Mikrotrans atau JakLingko.

Ketua DTKJ Sugihardjo sebelumnya mengusulkan tarif tunggal dalam kota Jakarta untuk Transjakarta menjadi Rp5.000, Transjabodetabek Rp10.000, dan mikrotrans yang semula gratis diberi tarif Rp2.000.

>>> JPPI Desak KPK Bongkar Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat

Menanggapi usulan tarif Rp2.000 untuk JakLingko, anggota DPRD DKI Taufik meminta agar usulan tersebut dikaji ulang.

"Saya melihat Rp2.000 ini perlu dikaji lagi. Karena salah satu fungsi JakLingko atau Mikrotrans adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama motor.

Kalau Rp2.000, nanti masyarakat malah hitung-hitungan," kata Taufik di Jakarta, Senin (6/7).

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo pada Jumat (3/7) mengusulkan agar mikrotrans tidak lagi gratis dan diberi tarif Rp2.000 untuk meminimalisasi dugaan kecurangan sopir melakukan tap fiktif.

Menurut Sugihardjo, dalam kontrak antara Transjakarta dan operator terdapat target kilometer tempuh dan jumlah penumpang. Dengan tarif gratis, jika target penumpang tidak terpenuhi, dikhawatirkan terjadi manipulasi data.

Taufik menyatakan DPRD DKI akan segera menggelar rapat bersama BUMD untuk membahas dugaan praktik kecurangan tap kartu oleh oknum pengemudi Mikrotrans.

>>> Mbappe Serang Balik Politikus Paraguay yang Rasis: Anda Wanita Hina

"Memang praktik tap-tap itu juga meresahkan. Sudah diberi pekerjaan sebagai operator Mikrotrans, malah curang begitu.

Besok akan kita bahas lebih khusus. Besok kami rapat dengan BUMD, Transjakarta, dan Dinas Perhubungan," kata Taufik.

Selama ini, mikrotrans atau JakLingko tidak dikenakan biaya alias Rp0, namun penumpang tetap wajib melakukan tap-in/tap-out kartu uang elektronik.

Terkait usulan tarif Transjabodetabek Rp10.000, Taufik menilai perlu didiskusikan dengan pemerintah daerah sekitar karena dikhawatirkan mengurangi minat pengguna transportasi pribadi.

"Sekarang mereka memilih Transjakarta karena murah, Rp3.500.

Tapi kalau menjadi Rp10.000 dan seluruhnya dibebankan kepada konsumen, saya khawatir mereka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi," ungkap Taufik.

>>> Timex Luncurkan Jam Tangan Retro 1981 Reissue dengan Dial Biru Es

Ia menyarankan agar tarif Transjabodetabek sebaiknya hanya Rp7.500 agar tidak terlalu membebankan masyarakat, khususnya di daerah penyangga.