Raphael Colantonio, pendiri asli Arkane Studios, secara terbuka bertanya kepada CEO Xbox, Asha Sharma, berapa harga yang diminta Microsoft untuk studio pengembang Dishonored tersebut.

Pertanyaan itu muncul setelah Microsoft mengumumkan rencana untuk melepas Arkane Studios sebagai bagian dari langkah penghematan biaya yang lebih luas.

>>> PBB Peringatkan Bencana Kemanusiaan di El Obeid, Sudan

Dalam sebuah unggahan di Twitter, Colantonio menulis, "Tentang Arkane… berapa? Saya bertanya untuk seorang teman."

Unggahan itu disertai emoji wajah menyipitkan mata dengan lidah menjulur.

Meskipun tampak bercanda, komentar Colantonio menarik perhatian di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja dan divestasi studio di Xbox.

Jika Arkane benar-benar dilepas, studio itu akan menjadi yang kelima dalam gelombang pemotongan ini, bergabung dengan Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs.

>>> Badai Tropis Maysak Tewaskan Dua Orang, Jebol Tanggul di China Selatan

Colantonio sebelumnya telah mengkritik keputusan Microsoft menutup Arkane Austin pasca-Redfall, menyebutnya "bodoh." Ia juga mempertanyakan strategi Xbox secara keseluruhan.

Tahun lalu, ia menyebut Xbox Game Pass sebagai "model yang tidak berkelanjutan" yang telah "merusak industri selama satu dekade."

Dalam pernyataannya, Sharma mengakui bahwa taruhan pada Game Pass dan rilis multiplatform tidak tumbuh sesuai harapan.

>>> Diskon Hingga 75% di Minecraft Marketplace Summer Sale 2026

Colantonio mendirikan Arkane pada 1999 dan menjabat sebagai presiden selama 18 tahun sebelum keluar pada 2017 untuk membentuk WolfeEye Studios.