Memahami Co-Parenting, Kunci Pengasuhan Sehat Setelah Perceraian
Buat rencana pengasuhan yang jelas. Susun kesepakatan bersama mengenai jadwal kunjungan, kebutuhan pendidikan, biaya pengasuhan, hingga keputusan medis.
Rencana yang jelas dapat membantu meminimalkan konflik di kemudian hari.
Tentukan pola pengasuhan yang sesuai. Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda.
Ada anak yang bergantian tinggal bersama kedua orang tua setiap minggu, ada pula yang tinggal bersama salah satu orang tua saat masa sekolah dan bersama orang tua lainnya ketika liburan.
Diskusikan perubahan secara terbuka. Kebutuhan anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.
Karena itu, rencana pengasuhan perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala melalui diskusi yang terbuka.
Tetap fleksibel. Tidak semua hal berjalan sesuai rencana.
Orang tua perlu memberi ruang untuk fleksibilitas saat menghadapi perubahan jadwal, keadaan darurat, atau situasi tak terduga lainnya.
Hormati perbedaan gaya pengasuhan. Setiap orang tua memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak.
Selama tidak membahayakan anak, penting untuk menghormati perbedaan tersebut dan memberi kesempatan bagi anak untuk membangun hubungan yang sehat dengan kedua orang tuanya.
Beri ruang bagi orang tua sambung. Dalam beberapa situasi, salah satu atau kedua orang tua mungkin memiliki pasangan baru.
Kehadiran orang tua sambung yang suportif dapat menjadi tambahan dukungan bagi anak sehingga perlu disikapi secara bijak.
Jaga interaksi tetap positif.
Pertemuan saat mengantar anak, menghadiri acara sekolah, atau merayakan ulang tahun sebaiknya dilakukan dengan sikap yang sopan dan saling menghormati demi kenyamanan anak.
Maksimalkan waktu bersama anak. Saat anak berada bersama Anda, manfaatkan waktu tersebut untuk membangun kedekatan melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Kelola perasaan saat berjauhan dengan anak. Merasa sedih ketika anak berada bersama orang tua lainnya adalah hal yang wajar.
Namun, waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, mengembangkan diri, atau melakukan aktivitas yang disukai.
Co-parenting adalah bentuk kerja sama antara dua orang tua yang tetap berkomitmen membesarkan anak meski hubungan mereka telah berakhir.
>>> Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Dapat Pujian Awal, Cerita Lebih Gelap dan Animasi Memukau
Keberhasilan co-parenting bukan ditentukan oleh masa lalu kedua orang tua, melainkan oleh kemampuan mereka untuk bekerja sama demi masa depan anak.
Update Terbaru
Diskon Rp400 Juta untuk Polestar, Syaratnya Mobil Ini Segera Hengkang dari AS
Selasa / 07-07-2026, 02:15 WIB
Live Report: Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
5 Tips Capsule Wardrobe untuk Perempuan agar Tetap Stylish
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Apa yang Mengubah Badai Menjadi Super Typhoon
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Minyak Esensial untuk Nyeri Osteoartritis: Efektif tapi Perlu Hati-hati
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Ubah Peran KEK Jadi Pusat Talenta dan Riset
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Bupati Lampung Timur Tanggapi Warga Perbaiki Jalan Swadaya dan Ajak Tak Bayar Pajak
Selasa / 07-07-2026, 02:14 WIB
Said Iqbal: Tokopedia Dibalikkan ke China, TikTok Harus Tanggung Jawab
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Said Iqbal Protes ke Menkeu Purbaya: Pengusaha Besar Dapat Tax Amnesty, Buruh Kena Pajak JHT
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
QCY Luncurkan Crossky C50i, Earbuds Clip-On dengan Hi-Res Audio dan LDAC
Selasa / 07-07-2026, 02:13 WIB
Kreator Bayonetta Sebut Kesuksesan Capcom Berkat Dorongan Ciptakan IP Baru
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
CEO Xbox Akui Margin Bisnis 3-10 Kali Lebih Rendah dari Pesaing
Selasa / 07-07-2026, 02:08 WIB
Putin Kaji Opsi Militer Saat Pemimpin NATO Bertemu di Ankara
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB
Senators Lepas Brady Tkachuk ke Panthers Akhirnya
Selasa / 07-07-2026, 02:07 WIB







