Kepala Turning Point USA, Erika Kirk, mengkritik sebuah kolom opini New York Times yang menurutnya keliru memahami pandangan konservatif tentang pernikahan dan keluarga.

Kritik tersebut disampaikan Kirk melalui akun X-nya pada Jumat lalu, menanggapi tulisan Jessica Grose yang berjudul "The Gap Between the Families We Have and the Ones Conservatives Want."

>>> Taylor Swift Ibu Baptis Anak Blake-Ryan, Kenapa Tak Hadir di Pernikahan?

Dalam kolomnya, Grose mengutip pernyataan Kirk saat pidato wisuda di Hillsdale College. Kirk menilai tulisannya sarat dengan cara pandang yang mengukur keluarga dari sisi uang dan karier.

"Opini @nytimes ini sama sekali meleset dari tujuan pernikahan dan anak, serta keliru menggambarkan pandangan saya.

Seluruh artikelnya dipenuhi cara pandang keluarga melalui lensa uang dan karier, seolah hal-hal itu yang memberi kepuasan dan tujuan hidup," tulis Kirk.

Ia menambahkan bahwa kekayaan materi tidak berarti apa-apa saat menghadapi akhir hayat.

"Saat Anda di ranjang kematian, uang dan karier tidak akan berbisik 'aku cinta kamu' di napas terakhir Anda," ujarnya.

Pernikahan Muda dan Pandangan Konservatif

Kolom Grose menyoroti pernyataan Kirk yang mendorong pernikahan di usia muda dan memiliki anak lebih banyak, meskipun terkendala finansial.

Grose menulis bahwa pesan Kirk dianggap kontra-budaya.

Kirk membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah "menikah muda, bukan terburu-buru, tetapi muda."

Menurutnya, waktu adalah kunci karena hidup tidak bisa diprediksi.

"Kami melayani Tuhan yang teratur. Ketika Anda menjalani hidup yang teratur, ada anugerah berlipat.

Artinya pernikahan dulu, lalu anak, dan sisanya. Waktu itu penting karena hidup lebih pendek dari yang Anda kira," tulis Kirk.