>>> Eks Pelatih Korea Selatan Terbang ke AS, Buka Suara Soal Son Heung-min

Kirk menikah pada 2021 saat ia berusia 32 tahun dan suaminya 27 tahun. Ia menegaskan bahwa kesulitan finansial adalah hal biasa, bukan alasan untuk bergantung pada bantuan sosial.

"Tidak ada waktu yang sempurna untuk punya anak. Kesulitan finansial adalah bagian dari hidup.

Yang jadi masalah adalah banyak orang Amerika hanya memikirkan diri sendiri, bukan berkorban, dan mengharapkan gaya hidup mewah seperti yang mereka lihat di media sosial," ujar Kirk.

Ia menambahkan bahwa pernyataan suaminya, Charlie Kirk, tentang memiliki lebih banyak anak dari yang mampu dibiayai bukan berarti sembarangan membawa anak ke dunia tanpa perencanaan.

"Charlie tidak mengatakan untuk membawa anak secara sembrono dan hidup dari kesejahteraan. Ia mengatakan anak bukan barang mewah yang baru bisa dimiliki setelah mencapai tingkat pajak tertentu.

Anda tidak perlu rumah mewah untuk membangun keluarga," jelasnya.

Tanggapan Kolumnis New York Times

Dalam kolomnya, Grose mengutip buku Stephanie Coontz berjudul "For Better and Worse" untuk menekankan bahwa struktur pernikahan berubah antar generasi.

Grose berpendapat bahwa mendorong lebih banyak orang Amerika untuk berkeluarga tidak harus berarti kembali ke gagasan pernikahan Kristen patriarkal abad pertengahan yang kaku.

Ia juga menegaskan bahwa mendefinisikan pernikahan dengan cara yang mengasingkan mayoritas masyarakat justru kontraproduktif.

"Tidak masuk akal menciptakan definisi pernikahan yang mengecualikan keinginan dan cita-cita sebagian besar warga Amerika," tulis Grose.

>>> Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh

Fox News Digital melaporkan bahwa New York Times belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait reaksi di media sosial tersebut.