Harga Emas Dunia Menguat

Di pasar internasional, harga emas bergerak naik pada perdagangan Senin pagi. Hingga pukul 07.36 WIB, logam mulia diperdagangkan di level 4.178,99 dollar AS per ons atau meningkat 8,74 poin dibandingkan sesi sebelumnya.

Harga perak juga menguat menjadi 62,650 dollar AS per ons. Sebelumnya, emas dunia menutup perdagangan Jumat (3/7/2026) di kisaran 4.170 dollar AS per ons, sekaligus mencatat kenaikan mingguan sekitar 2 persen setelah empat pekan berturut-turut melemah.

Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Data menunjukkan penambahan nonfarm payrolls pada Juni hanya mencapai 57.000 pekerjaan, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 110.000.

Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 50 persen dari sebelumnya 66 persen.

Prospek suku bunga yang lebih rendah membuat emas semakin menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil. Pelemahan dollar AS sepanjang pekan juga turut menopang pergerakan harga logam mulia.

Dari sisi permintaan, pembelian emas oleh bank sentral masih memberikan dukungan. Data World Gold Council mencatat penambahan cadangan emas bersih sebesar 41 ton metrik selama Mei.

Sementara itu, permintaan emas fisik di India tercatat melemah akibat tingginya harga. Sebaliknya, minat beli dari pasar China mulai menunjukkan perbaikan.