Jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akhirnya kembali dibuka untuk umum setelah hampir satu tahun tertutup longsor akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Jalur nasional yang menjadi akses utama menuju Dataran Tinggi Gayo itu diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Pembukaan kembali dilakukan pada Kamis (2/7/2026) dan disambut antusias warga.

>>> Kemendag Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Jawa Tengah, Produsen Terancam Sanksi

Inisiator gerakan perbaikan, Sahrial Abadi, mengapresiasi seluruh masyarakat dan donatur yang berkontribusi. Ia menyebut proses pengaspalan jalan dan perbaikan jembatan telah rampung.

Peresmian berlangsung penuh haru. Sahrial tampak emosional saat menyaksikan hasil perjuangan masyarakat.

Prosesi ditandai pemotongan pita bersama tokoh ulama Aceh, Tengku Muhammad Yusuf Nasir atau Abiya Jeunib, disertai doa dan selawat.

Perbaikan jalan dibiayai sepenuhnya dari donasi masyarakat. Dana terkumpul mencapai sekitar Rp1 miliar tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik APBN, APBA, maupun APBK.

Dari total dana, sekitar Rp526 juta digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Sisa sekitar Rp555 juta direncanakan untuk pembangunan dinding penahan jalan, fasilitas ibadah, dan sarana pendukung lainnya.

Menurut Sahrial, gerakan swadaya ini tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Gayo.

Gerakan perbaikan dimulai pada 26 Mei 2026 dengan menyewa satu unit ekskavator menggunakan dana patungan warga. Langkah ini diambil karena penanganan pemerintah dinilai terlalu lambat.

Selain dana, masyarakat juga memberikan bantuan bahan bakar minyak untuk operasional alat berat.

>>> Warisan Pertahanan Alabama Menuju 250 Tahun Amerika

Selama jalan belum bisa dilalui, arus kendaraan dialihkan melalui jalur Simpang Lancang-Wih Porak yang sempit dan rusak.