Penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berakhir duka. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan tewas dalam peristiwa tersebut.

Kepolisian masih mengejar semua pelaku yang terlibat dalam tewasnya ketiga anggota Korps Bhayangkara tersebut.

>>> Denny Hamlin Raih Pole Position di Chicagoland Speedway

Tiga Polisi Tewas

Aipda Yudhie Perdana Putra pertama kali ditemukan meninggal dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dilaporkan hilang setelah penggerebekan.

Jenazah Nopandri ditemukan di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB.

Sementara jenazah Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7) pagi.

Kronologi Penggerebekan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penggerebekan terjadi pada Rabu (1/7) malam.

Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Saat proses penangkapan, target berhasil diamankan.

>>> Pria di Lumajang Bunuh Pacar, Pura-pura Minta Tolong ke Tetangga

Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Massa terus bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel.

Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.