Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, tewas dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/7) malam. Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut.

>>> Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: tim pertama melakukan penindakan di rumah target, tim kedua bersiaga sebagai pendukung.

Target berhasil diamankan.

Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Massa terus bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan. Anggota polisi berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan.

>>> Warga Paris Berebut AC Diskon di Tengah Gelombang Panas

Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan. Aipda Yudhie ditemukan meninggal dengan luka akibat senjata tajam.

Dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Eko menyampaikan duka cita atas gugurnya Yudhie. Ia memastikan Bareskrim akan memberikan dukungan penuh kepada Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan.

Dukungan tersebut meliputi pencarian anggota yang hilang, pengamanan wilayah, dan pengungkapan tuntas jaringan narkotika serta pelaku penyerangan.

>>> 6 Shio Pembawa Keberuntungan 3 Juli 2026: Rezeki, Cinta, dan Kebahagiaan

Seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar personel memiliki kesiapan maksimal. Keselamatan anggota menjadi prioritas tanpa mengurangi ketegasan pemberantasan narkoba.