Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta polisi mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penyerangan yang mengakibatkan seorang anggota polisi tewas saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Menurut Sahroni, aksi menyerang aparat tidak boleh dibiarkan karena dapat melemahkan penegakan hukum. "Sikapi dengan tegas hal demikian enggak bisa dibiarkan.

>>> Angkatan Laut AS Capai Target Rekrutmen 3 Bulan Lebih Awal

Kalau dibiarkan lemah penegakan hukum dan berbahaya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (3/7).

Ia juga mengingatkan Polri agar tidak lengah dan mempersiapkan setiap operasi di lapangan dengan matang. Sahroni yakin Polri mampu menjalankan pemberantasan narkoba tanpa harus berujung bentrokan dengan warga.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (1/7) malam. Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat tentang dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan, penyelidikan mengarah pada target berinisial BIO, seorang residivis narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

>>> WHO: Rokok dan Alkohol Sebabkan Hampir Setengah Kanker yang Dapat Dicegah

Polisi terbagi dalam dua kelompok: tim pertama melakukan penangkapan di rumah target, sementara tim kedua bersiaga sebagai pendukung.

Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.

Massa terus bertambah dan menyerang dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Anggota polisi berusaha menyelamatkan diri sambil meminta bantuan personel tambahan.

Beberapa anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.

>>> Xiaomi Luncurkan Redmi Pad 2 9.7 4G, Targetkan Segmen Menengah

Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan tewas akibat luka senjata tajam. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian tim gabungan.