Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengolok-olok jutaan warga Iran yang berduka dan menyebut air mata mereka palsu.

>>> Karpet hingga Keset Diskon 50% di Transmart Full Day Sale

Trump mengaku terus memantau prosesi pemakaman Khamenei yang tewas dalam serangan militer AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Ia terkejut melihat banyaknya warga Iran yang menangis, karena sebelumnya mengira rakyat Iran membenci pemimpin tersebut.

"Mungkin itu air mata palsu," ujar Trump pada Sabtu (4/7) waktu AS. Ia bahkan mengancam bisa menghabisi Iran dalam satu tembakan saat prosesi pemakaman berlangsung.

Namun, Trump mengaku tidak akan melakukannya karena menghargai niat Iran untuk berunding. "Mereka semua ada di sana.

Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," kata Trump.

>>> GoTo Buka Suara soal PHK Massal Karyawan Tokopedia

Pemakaman Massal di Teheran

Puluhan ribu warga Iran memadati kompleks salat terbuka Imam Khomeini Grand Mosalla di Teheran pada Sabtu.

Mereka membawa potret Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, serta mengibarkan bendera Republik Islam Iran.

Para pelayat memukul dada, meratap, dan meneriakkan "Mati untuk Amerika". Seorang pelayat bernama Arash Rahimi (40) mengatakan semua yang datang ingin membalas darah pemimpin tertinggi mereka.

Tiga putra Khamenei selain Mojtaba—Masoud, Meysam, dan Mostafa—hadir dalam salat jenazah. Mojtaba tidak hadir karena alasan keamanan di tengah ancaman Israel.

Komandan IRGC Ahmad Vahidi dan sejumlah pejabat tinggi Iran juga turut hadir.

>>> TN White Sands Cari Remaja yang Pegang Bangkai Kelelawar, Khawatir Rabies

Ayatollah Jafar Sobhani memimpin salat jenazah, sementara Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani juga terlihat.