TN White Sands Cari Remaja yang Pegang Bangkai Kelelawar, Khawatir Rabies
Pengelola Taman Nasional (TN) White Sands di New Mexico, Amerika Serikat, tengah mencari seorang remaja yang memegang bangkai kelelawar saat berkunjung ke taman tersebut.
Pihak taman khawatir remaja itu berpotensi terpapar rabies setelah kontak langsung dengan hewan tersebut tanpa pelindung.
>>> Daftar Peserta Clash of Champions Season 3 dari Sekolah Kedinasan, Unhan hingga IPDN Kirim Wakil
Insiden terjadi pada 18 Juni 2026 sekitar pukul 10.20 waktu setempat, menurut keterangan resmi yang dirilis 25 Juni lalu.
Seorang remaja bersama pendamping dewasa membawa bangkai kelelawar ke pusat informasi pengunjung dan meletakkannya di meja petugas.
Mereka mengatakan kelelawar sudah mati saat ditemukan. Namun, keduanya pergi sebelum petugas sempat memberi penjelasan tentang prosedur kesehatan setelah kontak dengan satwa liar.
Hingga kini, pihak White Sands National Park masih berupaya menemukan remaja tersebut agar bisa berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai terapi pencegahan rabies.
Tahun lalu, seekor kelelawar di kawasan ini dinyatakan positif rabies.
Meski hanya sekitar satu persen populasi kelelawar liar yang terinfeksi rabies, risiko paparan meningkat jika menemukan kelelawar mati, berperilaku tidak normal, atau melakukan kontak langsung.
>>> Beda Kekayaan Taylor Swift dan Travis Kelce yang Menikah, Bak Gajah dan Semut
"Setiap kontak langsung dengan kelelawar, baik hidup maupun mati, sebaiknya dianggap sebagai potensi paparan rabies karena gigitan atau cakaran sering sulit dideteksi," tulis pihak taman.
Rabies disebabkan virus dan hampir selalu fatal setelah gejala muncul, namun dapat dicegah jika segera ditangani setelah terpapar.
White Sands National Park menjadi habitat beberapa spesies kelelawar, termasuk koloni kelelawar pallid yang sering bertengger di area pusat pengunjung saat musim semi dan panas.
Untuk mengurangi interaksi dengan manusia, pengelola telah memasang rumah-rumah kelelawar di sejumlah lokasi.
Kelelawar berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem dan mengendalikan populasi serangga, termasuk nyamuk dan hama.
>>> Swiss Arabian Hadirkan Perpaduan Tradisi Timur dan Inovasi Barat di Jakarta X Beauty 2026
White Sands National Park dikenal dengan hamparan bukit pasir putih dari mineral gipsum, yang merupakan ladang bukit pasir gipsum terbesar di dunia.
Update Terbaru
Clevatess Season 2 Siap Tayang 8 Juli, Rilis Trailer dan Tambahan Pengisi Suara
Senin / 06-07-2026, 03:15 WIB
20 Anime Mage Terkuat Sepanjang Masa, Julius Novachrono hingga Madoka
Senin / 06-07-2026, 03:15 WIB
Saitama vs Justice League: 6 Pahlawan DC yang Dikalahkan dan 6 yang Bisa Mengalahkannya
Senin / 06-07-2026, 03:15 WIB
LLDikti Wilayah III Buka Magang Mahasiswa 2026, Ada Posisi Konten Kreator dan Desainer Grafis
Senin / 06-07-2026, 03:14 WIB
Kenegarawanan Jokowi Dipertanyakan Usai Laporkan Dokter Tifa
Senin / 06-07-2026, 03:14 WIB
Eks Wamenlu: Iran Kecewa Indonesia Tak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei
Senin / 06-07-2026, 03:14 WIB
Respons Jokowi Soal Ijazah Picu Perbandingan dengan Kasus SBY
Senin / 06-07-2026, 03:14 WIB
Yuuri Bawakan Lagu Pembuka Anime Thunder 3
Senin / 06-07-2026, 03:13 WIB
Cara Bayar SPayLater Shopee 2026 dengan Mudah, Cepat, dan Praktis
Senin / 06-07-2026, 03:13 WIB
Cara Mudah Menaikkan Limit GoPay Pinjam 2026, Simak Syaratnya
Senin / 06-07-2026, 03:12 WIB
Jan-Lennard Struff ke Perempat Final Wimbledon Usai Hurkacz Mundur karena Cedera
Senin / 06-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Jinakkan Granat Aktif di Atap Tempat Penitipan Anak Rio de Janeiro
Senin / 06-07-2026, 03:03 WIB
Rekomendasi Game Poki yang Viral di TikTok, dari Drive Mad hingga Subway Surfers
Senin / 06-07-2026, 03:03 WIB
Rekomendasi Game Asah Otak di Poki Games untuk Persiapan Sekolah
Senin / 06-07-2026, 03:03 WIB







