"Ketika hubungan orang tua dan anak terbangun melalui interaksi positif, anak lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian mencoba hal baru," kata Ajeng.

Ia menambahkan bahwa bonding tidak diukur dari lamanya waktu bersama, melainkan kualitas interaksi. "Pendampingan berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya.

Happy kids berawal dari happy parents," lanjutnya.

Pembentukan karakter anak dimulai sejak sebelum lahir. Kondisi fisik dan emosional ibu selama kehamilan memengaruhi kesiapan orang tua mendampingi tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Erfenes menjelaskan kesehatan ibu adalah investasi penting.

"Dukungan ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan membantu ibu menjalani setiap tahap lebih optimal, mengurangi stres, mendukung ASI eksklusif, dan menciptakan lingkungan positif bagi tumbuh kembang anak," jelasnya.

Setelah lahir, orang tua perlu memberi ruang eksplorasi sesuai usia. Kesempatan mencoba hal baru, bermain, berekspresi, dan mengambil keputusan sederhana penting untuk membentuk karakter dan percaya diri.

Senior Brand Manager Konicare Silvyati K. Putri mengatakan anak hebat bukan selalu juara.

"Lingkungan, termasuk orang tua, berperan membentuk karakter.

>>> Label Bad Bunny Beri Tiket Konser Rp65 Juta ke Hakim Agung Sonia Sotomayor

Anak hebat adalah yang berani mencoba, memilih, berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi lebih baik dengan hati yang happy," katanya.