Penggunaan smartphone yang berlebihan pada remaja memunculkan fenomena yang disebut smartphone zombie, yaitu kondisi ketika seseorang terlalu fokus pada ponsel hingga mengabaikan lingkungan sekitar.

Tiga mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan psikoedukasi bertajuk "Tetap Fokus di Era Digital: Mengenal Dampak Smartphone Zombie pada Remaja" di SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

>>> Iran Tegaskan Tak Akan Bangun Senjata Nuklir, Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang perilaku smartphone zombie, faktor penyebab sulit lepas dari smartphone, serta dampaknya terhadap konsentrasi belajar dan kehidupan sehari-hari.

Para pemateri menjelaskan bahwa smartphone bermanfaat untuk belajar, informasi, komunikasi, dan pengembangan minat. Namun, penggunaan tak terkontrol mengganggu fokus dan produktivitas.

Fenomena smartphone zombie ditandai dengan kurangnya perhatian pada lingkungan, risiko kecelakaan akibat fokus pada layar, dan dorongan terus-menerus memeriksa notifikasi serta media sosial.

Siswa juga diberi pemahaman mengapa smartphone sulit dilepaskan.

Fitur notifikasi, konten media sosial yang terus diperbarui, dan Fear of Missing Out (FOMO) membuat seseorang terus memeriksa ponsel.

>>> MK Tolak Gugatan PNS Soal Aturan Wajib Mengabdi Sebelum Mutasi

Dampak smartphone zombie terhadap konsentrasi belajar meliputi sulit mempertahankan fokus, waktu lebih lama menyelesaikan tugas, menurunnya kemampuan memahami materi, dan meningkatnya distraksi.

Sebagai pencegahan, mahasiswa memperkenalkan strategi seperti mematikan notifikasi tidak penting, menyimpan smartphone saat belajar, menentukan waktu khusus akses media sosial, dan fokus pada satu aktivitas.

Peserta juga diperkenalkan teknik Mindful Smartphone STOP: Stop, Take a Breath, Observe, dan Proceed, untuk menggunakan smartphone secara lebih sadar.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan latihan mindfulness, mengajak siswa melepas diri dari tuntutan digital dan hadir dalam kehidupan nyata.

>>> Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Denda Rp809 Miliar, Netizen Heboh

"Kendalikan smartphone-mu, jangan sampai smartphone yang mengendalikan waktumu," menjadi pesan penutup bagi peserta.