Tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, menyoroti keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang melarang siaran langsung (live streaming) selama persidangannya.

Dokter Tifa menegaskan dirinya tidak pernah gentar menghadapi proses hukum, bahkan sejak ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

>>> Viral Penjual Cilok Berumah Mewah Sindir Kaum Gengsian

Ia mempertanyakan siapa sebenarnya yang takut jika persidangan pada 2 Juli 2026 disiarkan secara langsung.

"Apa alasan takut sidang LIVE? Saya diperiksa berkali-kali ke POLDA tidak pernah absen, saya tidak takut!

Saya di suruh wajib lapor seminggu sekali berbulan-bulan, saya tidak takut!" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (30/6).

"Saya ditangkap secara tidak manusiawi lalu dijebloskan ke sel tahanan saya tidak takut! Saya dijadwalkan sidang, saya InsyaAllah akan datang saya tidak takut!

Saya pakai baju orange saja tidak takut! Lalu siapa yang rencana mau ngumpet dari kamera LIVE ini???"

imbuhnya.

>>> Ramalan Zodiak 30 Juni: Cancer Hadapi Hambatan, Virgo Waspada

Selain itu, Dokter Tifa juga mengunggah poster mantan Wakapolri Oegroseno yang mengusulkan agar sidang ijazah Jokowi disiarkan langsung sehingga publik bisa menonton bersama.

PN Jakarta Timur Belum Izinkan Live Streaming

PN Jaktim sebelumnya menegaskan larangan live streaming dalam sidang Dokter Tifa demi menjaga kelancaran dan ketertiban persidangan.

"Media diperkenankan untuk meliput sebagaimana biasa.

Namun sampai hari ini, belum ada izin memperbolehkan untuk melakukan siaran langsung (live streaming) saat sidang berlangsung," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Timur Immanuel Tarigan di PN Jakarta Timur, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, keputusan soal live streaming masih menunggu pertimbangan majelis hakim dan pimpinan pengadilan. "Kita lihat nanti, apakah majelis hakim dan pimpinan kita memperkenankan untuk itu.

>>> Kisah Transrapid Jerman yang Sukses di China: Pelajaran bagi Industri Kereta Eropa

Tetapi untuk sementara ini, live streaming belum diperkenankan," ujarnya.