Amazon Selidiki Karyawan yang Menentang Pusat Data AI
Amazon tengah menyelidiki tiga insinyur perusahaannya yang menyuarakan dukungan terhadap moratorium pembangunan pusat data baru di Seattle.
Kelima karyawan tersebut tergabung dalam grup Amazon Employees for Climate Justice (AECJ). Mereka berbicara dalam sesi komentar publik sebelum pemungutan suara pada 9 Juni lalu.
>>> Perusahaan Robot Keamanan Knightscope Terbitkan Cerita Fiksi Ilmiah Aneh Buatan AI
Dewan kota Seattle akhirnya menyetujui moratorium tersebut secara bulat.
Para pekerja mengkritik investasi besar-besaran industri teknologi di bidang AI yang mereka sebut sebagai "pembangunan AI yang menghalalkan segala cara".
Tak lama setelah aksi tersebut, tiga dari lima pekerja dipanggil dalam pertemuan Zoom terpisah dengan perwakilan sumber daya manusia Amazon.
Mereka diberitahu bahwa perusahaan sedang melakukan investigasi terkait kesaksian mereka.
Hal itu terungkap dalam pengaduan yang diajukan ke Seattle Office for Civil Rights. Pengaduan tersebut menuduh Amazon melanggar peraturan setempat yang melarang diskriminasi terhadap karyawan berdasarkan orientasi politik.
Menurut pengaduan AECJ, setiap karyawan diberitahu bahwa investigasi dapat mengakibatkan tindakan disipliner. Setidaknya satu orang disebut bisa kehilangan pekerjaan.
Pengaduan juga menyebutkan bahwa Amazon memantau aktivitas politik karyawan di depan dewan kota Seattle dan berusaha mengidentifikasi karyawan lain yang terlibat dalam kegiatan politik.
>>> Ending My Royal Nemesis Dinilai Memuaskan, Ini Fakta Menarik Dramanya
Salah satu insinyur yang diselidiki, Patrick Schloesser, mengatakan kepada New York Times bahwa ia telah memberikan kesaksian dalam dua sidang dewan kota.
Menurutnya, Amazon berusaha membungkam karyawan dengan menghukum aktivitas politik di luar jam kerja.
"Saya merasa marah karena Amazon mencoba melanggar hak saya untuk berbicara secara politik di kota saya," ujar Schloesser.
"Jika kita membiarkan perusahaan menentukan ucapan mana yang diizinkan, itu jelas merusak demokrasi."
Sebelum pemungutan suara, juru bicara Amazon Margaret Callahan mengatakan kepada Fortune bahwa perusahaan menghormati hak karyawan untuk menyuarakan pendapat.
Namun setelah pengaduan muncul, sikap perusahaan berubah.
>>> MAPPA Rilis Teaser Jujutsu Kaisen Season 4, Culling Game Berlanjut
Amazon kini mengklaim bahwa kelima pekerja tersebut berbicara sebagai perwakilan Amazon tanpa izin. Callahan mengatakan kepada NYT bahwa perusahaan mungkin akan mengambil tindakan berdasarkan temuan investigasi.
Update Terbaru
Gedung Putih Bantah Klaim Trump Dapat Akses Awal Obat Penurun Berat Badan Eksperimental
Selasa / 30-06-2026, 05:56 WIB
Madonna Kecam Keras Penggunaan AI dalam Seni
Selasa / 30-06-2026, 05:56 WIB
Huang Zitao Didenda Polisi Beijing Rp6,5 Juta karena Langgar Lalu Lintas
Selasa / 30-06-2026, 05:56 WIB
Jin Ki Joo Ungkap Alasan Sering Berteriak di Drakor Teach You A Lesson
Selasa / 30-06-2026, 05:56 WIB
TMMIN Bantah Isu Investor Hengkang, Industri Otomotif RI Dinilai Masih Tangguh
Selasa / 30-06-2026, 05:56 WIB
Danamon Umumkan Pemenang Hadiah Beruntun 5.0, Jumlah Nasabah Naik Tiga Kali Lipat
Selasa / 30-06-2026, 05:55 WIB
Mahkamah Agung AS: Data Lokasi Ponsel Dilindungi, Butuh Surat Perintah
Selasa / 30-06-2026, 05:55 WIB
Polisi Gerebek Sarang Judi di Koreatown, 24 Orang Diamankan
Selasa / 30-06-2026, 05:54 WIB
Firasat Kematian Oliver Tree Terungkap dalam Wawancara Terakhir
Selasa / 30-06-2026, 05:49 WIB
Kevin Spacey: Saya Selalu Merasa Diserang Komunitas Gay
Selasa / 30-06-2026, 05:49 WIB
Polisi: Tersangka Pembunuh di Texas Kenal Korban, Bukan Serangan Acak
Selasa / 30-06-2026, 05:49 WIB
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
Selasa / 30-06-2026, 05:49 WIB
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
Selasa / 30-06-2026, 05:44 WIB
Martinelli: Saya Tak Bisa Temukan Kata untuk Gambarkan Kegembiraan
Selasa / 30-06-2026, 05:44 WIB






