Knightscope, perusahaan robot keamanan yang telah beroperasi selama 13 tahun, kembali menjadi sorotan.

Bukan karena inovasi, melainkan karena langkah terbarunya yang dinilai aneh: menerbitkan cerita fiksi pendek bergaya fan fiction yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).

>>> Ending My Royal Nemesis Dinilai Memuaskan, Ini Fakta Menarik Dramanya

Cerita-cerita tersebut menggambarkan robot-robot Knightscope memerangi kejahatan di sebuah kota fiksi bernama "Sentinel Shores."

Perusahaan menyebutnya sebagai "Knightscope Chronicles," sebuah kumpulan cerita pendek kejahatan nyata yang terinspirasi dari peristiwa aktual.

Kinerja Buruk dan Penurunan Saham

Knightscope didirikan sebagai respons atas tragedi penembakan Sandy Hook, Bom Boston, dan serangan 9/11.

Namun, sejak melantai di bursa NASDAQ pada awal 2022, saham perusahaan merosot tajam dari harga tertinggi $1.070 menjadi hanya $2 pada Juni 2026, atau turun lebih dari 99 persen.

Produk andalan mereka, robot keamanan otonom K5, justru menjadi simbol kegagalan.

Robot berbentuk telur seberat 420 pon ini sering kali menimbulkan insiden, seperti tenggelam di air mancur dan menabrak balita berusia 16 bulan.

Di Huntington Park, California, sebuah unit K5 menolak membantu seorang wanita yang mencoba melaporkan keadaan darurat melalui tombol darurat di robot tersebut.

Alih-alih memanggil polisi, robot itu malah menyuruh wanita tersebut untuk minggir.

Bahkan NYPD yang terkenal dengan kecintaannya pada teknologi tidak memperpanjang kontrak dengan Knightscope.

Pasalnya, robot K5 memerlukan pengawasan konstan oleh polisi manusia untuk melindunginya dari kerasnya Kota New York.

Departemen kepolisian lokal di Ohio juga memecat robot tersebut setelah setahun tidak membantu penangkapan atau mengeluarkan satu pun tiket.

Beralih ke AI dan Cerita Fiksi