Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah isu yang menyebut dua desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, telah dicaplok Malaysia.

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR pada Senin (29/6).

>>> Harga Nintendo Switch 2 di Korea Selatan Naik 17% Mulai September

Tito menjelaskan bahwa yang benar adalah sebagian tanah dari desa tersebut masuk ke wilayah Malaysia, bukan status desanya secara keseluruhan.

"Jadi isu kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia, bukan seperti itu.

Yang ada adalah ada bagian tanah dari desa itu yang masuk Malaysia," kata Tito.

Ia memaparkan luas wilayah dua desa yang masuk Malaysia mencapai 127 hektare. Bahkan, ada beberapa rumah di desa tersebut yang berada di wilayah Malaysia.

>>> Toby Fox Rilis DELTARUNE Chapter 5, Padukan Nostalgia dan Kesegaran

Namun, Indonesia justru mendapat tambahan wilayah dari Malaysia seluas 5.700 hektare sebagai kompensasi.

"Tapi kita dapat kompensasi 5.700 hektar masuk sisi Indonesia, ini mohon kami klarifikasi dalam forum ini, karena jadi isu di publik seolah-olah kita kehilangan dua desa," ujar Tito.

Menurut Tito, secara keseluruhan Indonesia masih diuntungkan dalam urusan perbatasan dengan Malaysia.

>>> Enzo Maresca Resmi Jadi Pelatih Manchester City

"Tapi yang masuk Indonesia dari Malaysia masuk Indonesia juga jauh lebih banyak. Jadi kita sebetulnya diuntungkan," katanya.