Serangan udara dan darat Israel selama hampir empat bulan dilaporkan telah merusak hingga menghancurkan sejumlah situs warisan budaya yang dihormati di wilayah selatan Lebanon.

Menteri Kebudayaan Lebanon Ghassan Salame mengatakan skala kerusakan belum dapat dipastikan sepenuhnya.

>>> Momen Jepang Hajar Brasil Jelang 32 Besar Piala Dunia 2026

Sebab, sebagian wilayah masih berada di bawah pendudukan militer Israel meski gencatan senjata telah berlaku selama sepekan.

Menurut Salame, pasukan Israel masih menguasai zona sedalam sekitar 10 kilometer dari perbatasan Lebanon.

Area tersebut hingga kini tidak dapat diakses otoritas Lebanon untuk melakukan penilaian terhadap kondisi situs-situs bersejarah.

"Kami tidak bisa bekerja di bawah bayang-bayang pendudukan. Ada desa-desa yang telah diratakan sepenuhnya," kata Salame mengutip Al Jazeera.

Zona yang masih diduduki itu mencakup Kastel Beaufort, benteng abad pertengahan yang menjadi salah satu ikon sejarah Lebanon selatan.

>>> Genshin Impact Hadirkan Sistem Dialog Lebih Cepat di Luna VIII, Mendekati Tombol Skip

Kawasan tersebut juga meliputi desa-desa berusia ratusan tahun yang dihuni komunitas Kristen, Muslim Syiah, dan Muslim Sunni beserta tempat ibadah mereka.

Kerusakan tidak hanya terjadi di wilayah yang masih diduduki.

Kota-kota kuno seperti Tyre dan Nabatieh, yang berada di luar zona tersebut, juga dilaporkan menjadi sasaran serangan udara Israel.

Salame mengatakan pengeboman hebat juga menghantam Kota Tebnin sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi benteng peninggalan era Perang Salib yang berada di kawasan itu.

>>> Penurunan Pemain Crimson Desert di Steam Capai 93%, Wajar untuk RPG Pemain Tunggal

Ia menegaskan bahwa warisan budaya tidak hanya mencakup peninggalan Romawi dan Fenisia, tetapi juga bangunan bersejarah, situs arkeologi, serta bangunan yang memiliki fungsi budaya bagi masyarakat setempat.