Pasar otomotif Indonesia mulai diramaikan oleh kehadiran mobil China di bursa mobil bekas seiring meningkatnya populasi unit di jalan raya.

Namun, para pelaku usaha menilai nilai jual kembali atau resale value merek-merek Negeri Tirai Bambu tersebut masih belum mampu menandingi dominasi pabrikan Jepang.

>>> GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata untuk Semua Jenis Mobil

Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat terlihat pada segmen mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang telah memasuki usia pakai tiga hingga lima tahun.

Penurunan harga mobil China tercatat jauh lebih signifikan dibandingkan mobil-mobil Jepang pada kelas yang sama.

"Faktanya memang mobil-mobil China yang sudah masuk itu depresiasinya lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang," ujar Agung di Jakarta, Senin (29 Juni 2026).

Perbandingan Depresiasi Wuling Cortez dan Toyota Innova

Sebagai gambaran nyata, Agung membandingkan performa harga dua model di segmen MPV yaitu Wuling Cortez dan Toyota Kijang Innova.

Menurut pantauan pasar, ketahanan harga Innova masih jauh mengungguli Cortez di mata konsumen mobil bekas.

"Kalau misalnya head-to-head-nya Cortez yang memposisikan dirinya sebagai Innova, ya Innova masih lebih baik dari segi depresiasi dibandingkan Cortez," katanya.

Angka selisih depresiasi antara keduanya cukup lebar yakni berkisar antara 20 hingga 30 persen.

>>> 4 Rekomendasi Snack Renyah untuk Nobar Pesta Bola Dunia 2026

Jika unit Toyota Innova rata-rata mengalami penyusutan nilai sekitar 6 sampai 10 persen per tahun, maka Wuling Cortez bisa mengalami penurunan harga 8 hingga 15 persen lebih dalam di periode yang sama.

Faktor utama di balik tingginya depresiasi ini adalah usia merek China yang tergolong masih baru di pasar Indonesia.